(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Tempat Asik

TAMAN WADUK RIA RIO DESTINASI BARU JAKARTA

JAKARTA – Jakarta punya destinasi wisata baru. Namanya, Taman Waduk Ria Rio Pulomas, Jakarta Timur. Dalam rangkaian Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, tempat itu menyelenggarakan Festival of Light yang digelar hingga 19 Januari 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik di Jakarta, beberapa waktu lalu, menyampaikan apresiasinya terhadap gelaran Festival of Light di Taman Waduk Ria Rio. ”Saya menyambut baik kegiatan seperti ini. Warga tidak perlu jauh-jauh berswafoto di taman,” kata Taufik.

”Saya juga melihat antusiasme masyarakat cukup bagus. Ini bagian dari edukasi masyarakat,” katanya seperti dikutip Antara. ”Memang taman itu seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Ini juga bisa menjadi ajang pendidikan bagi warga agar terbiasa menikmati taman dan waduk.”

Festival of Light yang diselenggarakan oleh Avantarde Production dan Taman Pelangi. Mohamad Taufik berharap taman tersebut bisa menjadi wahana berkumpul dan saling berinteraksi bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Apalagi, selama ini, masyarakat di Ibu kota terasa semakin kekurangan fasilitas ruang publik yang bisa diakses dengan mudah dan murah.

“Saya lihat konsepnya ke depan taman itu bukan cuma bisa dilihat saja. Tapi juga bisa dinikmati, itu yang paling penting. Kemudian taman itu harus menjadi bagian dari sarana interaksi masyarakat,” katanya.

Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana mengatakan, Festival of Light Taman Waduk Ria Rio bisa mendatangan setidaknya 200.000 wisatawan pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2020. ”Kami berharap ini bisa menjadi alternatif wisata yang sangat positif di sela-sela anak-anak liburan sekolah,” kata Artika.

”Festival ini juga kami harapkan bisa menjadi tempat dan wahana untuk mereka menikmati libur sekolah, jadi nggak usah jauh-jauh, cukup pergi ke Waduk Ria Rio semua ada,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Manggas Rudy Siahaan, menyebut Taman Kota Waduk Ria Rio dibendung dengan berkonsep terasering. Setelah merelokasi warga dan menormalisasi waduk, pada 2013 Pemprov menggandeng PT Jakarta Propertindo dan Pulomas untuk membangun taman kota berkonsep terasering.

Dirut PT Jakpro, Budi Karya menjelaskan, konsep terasering sebagai taman kota berundak-undak. Sehingga ketika tidak sedang musim hujan, bagian atasnya bisa digunakan sebagai area rekreasi. Sementara, kalau musim hujan, area bisa digunakan untuk menampung air.

“Ini unik karena dengan luas sedemikian akan dibuat bagian-bagian tertentu untuk terasering. Kenapa terasering? Supaya daerah yang berair itu saat kemarau di tempat tertentu saja, daerah keringnya bisa dipakai jadi tempat bermain, taman dan sebagainya. Saat musim hujan terasering akan jadi captive area, untuk menampung banjir,” kata Budi.(*/Di)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

5 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

5 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

5 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

5 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

5 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

5 jam ago