(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

TARIAN EPIK ADAPTASI DARI LEGENDA DANAU RANAU

DANAU RANAU merupakan salah satu danau terbesar di Sumatera Selatan yang terbentuk akibat gempa vulkanik dan letusan gunung berapi. Danau yang memiliki pemandangan indah ini secara administrasi berada di antara Kabupaten Ogan Kemering Ulu Selatan dan Lampung Barat.

Lokasinya yang dikelilingi perbukitan dan pepohonan, menjadikan suhu udara di danau ini cenderung sejuk dan asri.

Keberadaan Danau Ranau tidak lepas dari sebuah legenda. Masyarakat Sumatera Selatan mengenal folklor yang diceritakan turun-temurun mengenai legenda terciptanya Danau Ranau.

Legenda tersebut menceritakan tentang suatu dusun bernama Ranau. Di dusun tersebut terdapat pohon Enau yang tingginya serupa Gunung Seminung. Masyarakat sekitar percaya pohon tersebut mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Meski diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, pohon enau tidak bisa diambil dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, mengingat di pohon tersebut terdapat sekawanan burung garuda yang sakti dan ganas. Mendengar keluhan masyarakat akan hal itu, seorang pemuda yang sakti dan gagah berani kemudian mendatangi pohon enau dan membunuh burung garuda. Tanpa pikir panjang, sang pemuda sakti lalu mencabut pohon enau dari tanahnya. Tanpa disadari keluarlah air yang deras mengalir, dan tergenang menjadi Danau Ranau.

Berpijak dari legenda tersebut, lahirlah garapan tari kreasi dari Kabupaten Oku Selatan yang bernama tari Legenda Danau Ranau. Garapan tari kreasi ini dipentaskan oleh tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki dengan mengenakan pakaian tradisional yang telah dimodifikasi tanpa meninggalkan kesan kedaerahan itu sendiri. Hal tersebut terlihat dari penggunaan kain songket sebagai bahan dominan pembuatan pakaian.

Gerak tari Legenda Danau Ranau cenderung energik yang bertumpu pada kekuatan kaki dan tangan. Pada bagian-bagian tertentu, para penari membentuk formasi berpasangan yang menyimbolkan kegembiraan masyarakat Ranau. Gerak tarian yang energik diiringi oleh musik menghentak yang bersumber dari perpaduan suara gendang dan alat musik pukul lainnya. Alunan akordian melengkapi garapan musik dan makin memperkental ciri khas musik Melayu Sumatera.

Pengadaptasian legenda Danau Ranau ke dalam pementasan tari kreasi bukan tanpa sebab, hal ini tentu bertujuan untuk memperkenalkan kembali salah satu keindahan alam yang dimiliki nusantara. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mempertahankan folklor tentang Danau Ranau yang sudah mentradisi dan kerap diceritakan secara turun temurun. Satu yang terpenting adalah usaha dari para generasi penerus untuk mau melestarikan dan menjaga Danau Ranau sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan setitik keindahan di tanah Sumatera Selatan. (*/Iw)

Redaksi

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

10 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

10 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

10 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

11 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

11 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

11 jam ago