(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

TIGA LEVEL PUASA MENURUT IMAM GHAZALI

Pada bulan Ramadhan setiap muslim yang sudah baligh diwajibkan menjalankan ibadah puasa, menahan lapar dan dahaga sejak fajar terbit hingga matahari terbenam.

Alumnus Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk Sumenep, Luluatul Mabruroh mengatakan, sejatinya Imam Ghazali mengklasifikasikan puasa menjadi tiga level. Yaitu puasa awam, khusus, dan khususul khusus.

Puasa awam, terang dia, dianggap sebagai gerbangnya puasa. Sedangkan untuk mencapai tingkat puasa khusus, muslim harus melalui puasa awam terlebih dahulu.

Puasa awam yakni mencegah memasukkan sesuatu ke dalam perut dan menjaga kemaluan dari memenuhi keinginannya. Puasa pada tingkat awam hanya mendapat lapar dan haus namun tidak menghalanginya dari kemaksiatan dan nafsu lainnya.

Tingkatan puasa selanjutnya adalah puasa khusus. Puasa khusus adalah puasa awam yang mana juga memperhatikan aspek fisik. Namun tidak hanya sampai berhenti pada fisik, puasa khusus juga berusaha mencegah pandangan, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa.

Orang yang berada pada tingkat khusus memiliki kesadaran untuk selalu menahan keinginan-keinginan lahiriah yang berupa anggota-anggota badan dengan kenikmatan yang diinginkan oleh anggota tersebut. Tujuan untuk menemukan kenikmatan yang sebenarnya adalah ketenangan batin.

Menurut Imam Ghazali, pada hakikatnya puasa sebagai media untuk bisa dekat dengan Allah SWT dan hal tersebut benar-benar berfungsi apabila orang yang melaksanakan puasa dilandasi oleh kemauan yang kuat dan motivasi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah melalui cara mengalahkan keinginan-keinginan yang bersifat lahiriah.

Sedangkan tingkatan puasa yang terakhir adalah puasa khususul khusus. Puasa khususul khusus hanya bisa dicapai oleh anbiya (para nabi), shiddiqin, serta auliya’.Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Tebu Ireng, umat Islam yang ingin sampai pada tahap puasa khususul khusus harus melalui dua tahap puasa yang sebelumnya. Pada tingkat khususul khusus, kesadaran untuk menahan nafsu tidak hanya sampai pada batas lahiriah namun juga sampai pada hati dan batin.

Puasa hati dari segala cita-cita hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya dari selain keberadaan Allah. Puasa khususul khusus akan dianggap batal bilamana memikirkan hal-hal duniawi, sehingga hatinya lupa terhadap Allah SWT kecuali masalah dunia yang mendorong pada arah pemahaman agama, sebab hal tersebut dianggap sebagai tanda ingat terhadap akhirat.(*/Yo)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

11 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

11 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

11 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

11 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

22 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

22 jam ago