(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

WANITA YANG BERANI LANTANG MENENTANG KEANGKUHAN FIR’AUN

Asiyah binti Muzahim termasuk sedikit di antara manusia yang namanya terukir dalam Alquran. Dia termasuk satu di antara empat wanita terbaik di alam semesta, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik wanita di semesta alam ada empat, yaitu Asiyah istri Firaun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.” (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Kisah keimanan Asiyah binti Muzahim ini diabadikan dalam Alquran. “Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, ‘Ya Rabb-ku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim’.” (QS at-Tahrim [66]: 11).

Peristiwa lain yang diabadikan Allah adalah perjuangan Asiyah saat menemukan bayi Musa di sungai. Atas persetujuan Firaun, lantas Musa diangkat sebagai anak angkat di kerajaan itu. Asiyah sendiri pada waktu itu belum dikaruniai seorang anak pun sehingga besar keinginannya untuk mengadopsi Musa.

Padahal, kala itu Firaun telah memutuskan untuk membunuh semua bayi yang terlahir berjenis kelamin laki-laki. Konon, menurut ahli nujum, kekuasaan Firaun akan jatuh oleh seorang laki-laki yang lahir di zaman itu. “Dan berkatalah istri Firaun, ‘(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak’, sedang mereka tiada menyadari.” (QS al-Qashshas [28]: 9).

Bujukan Asiyah untuk menggagalkan pembunuhan bayi Musa itu pun membawa hasil. Firaun mengabulkan permintaan istrinya. Sejak itu, hiduplah bayi Musa dalam lingkungan istana Firaun dan di bawah asuhan Asiyah binti Muzahim.

Singkat cerita, ketika bayi Musa telah tumbuh dewasa dan semua orang berbondong-bondong menyatakan pengakuan terhadap Firaun, Asiyah malah sebaliknya. Ia terang-terangan menolak Firaun sebagai Tuhan. Betapa pun besar kecintaan dan kepatuhannya kepada suami, ia tidak bisa menerima pengakuan itu. Ia tetap memegang teguh keyakinannya bahwa Tuhan yang patut disembah adalah Allah SWT.

Sikapnya itu membuat Firaun marah. Asiyah terus-menerus mendapat tekanan agar meninggalkan keyakinannya itu. Tetapi, usaha itu sia-sia. Meskipun hidup di bawah tekanan dan ancaman, ia tak takut sedikit pun untuk mempertahankan keyakinannya. Ia sabar menghadapi perilaku buruk suaminya dan hanya pasrah kepada Allah.

Asiyah tetap teguh mengikuti ajaran Musa AS walaupun nyawa sebagai taruhannya. Ketika Firaun masuk ke kamarnya setelah membakar keluarga Masyitah, Firaun berkata, “Kuharap kamu telah menyaksikan apa yang terjadi atas perempuan yang ingkar kepada Tuhannya yang agung, Firaun.”

Dengan cepat Asiyah menyela, “Celaka engkau, hai Firaun dengan azab Allah.” Seketika perkataannya itu telah membuat Firaun marah besar. Firaun segera memerintahkan para pengawal untuk mengikatnya di empat tiang kebun istana, kemudian para pengawal mengambil cambuk dan menderakan ke tubuh Asiyah. Selain itu, Firaun memerintahkan untuk memperkeras siksaan itu. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Asiyah selain munajat kepada Allah SWT.

Akhirnya, Asiyah binti Muzahim rela kehilangan nyawa di tangan suaminya sendiri demi mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT .(*/Tya)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

6 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

6 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

6 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago