(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

2 FAKTA GAIB TERJADI SEBELUM ROH DICABUT DARI TUBUH MANUSIA

Terdapat dua hal yang terjadi sebelum roh manusia dicabut. Salah satunya adalah Allah SWT mempunyai rasa berat yang mendalam untuk mencabut seorang mukmin.

Dikutip dari buku Azab dan Nikmat Kubur karya Syekh Husain bin Audah al-Awaisyah, terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Siapa saja yang menyakiti kekasihku maka aku telah mengumumkan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba mendekati-Ku dengan sesuatu yang Aku sukai dari apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba mendekati-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya, dan jika Aku mencintainya maka aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia memukul, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya, dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya. Dan tidaklah Aku ragu-ragu untuk melakukan sesuatu yang akan Aku lakukan seperti keraguan-Ku untuk mencabut jiwa seorang Mukmin. Karena dia membenci kematian, sedangkan Aku tidak ingin menyakitinya.'” (HR Bukhari).

Setelah menuturkan hadits tersebut, Ibnu Taimiyah lalu berkata, “… Allah menjelaskan bahwasanya Dia ragu. Perlu dipahami bahwa keraguan yang dimaksud adalah dua kehendak yang terkesan saling berlawanan, yaitu:

Pertama, Allah menyukai apa yang disukai hamba-Nya dan Dia membenci apa yang dibenci hamba-Nya. Karena dia membenci kematian maka Allah pun membenci kematian baginya, sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi: ‘Sedangkan Aku tidak ingin menyakitinya.’

Kedua, Allah telah menakdirkan kematian, padahal si hamba tidak menginginkannya. Perbedaan sudut pandang pada kedua hal inilah yang dimaksud dengan ‘ragu-ragu’ pada konteks hadits ini. Lalu, Dia jelaskan bahwa kematian itu harus terjadi.'”

Kemudian, kejadian yang kedua adalah setan juga hadir menjelang kematian. Setan sangat bersemangat untuk hadir menjelang kematian tiba agar seseorang mengakhiri kehidupannya dengan keburukan, kefasikan, dan kemaksiatan, sebagaimana dia bersemangat untuk mendampingi manusia dalam semua perbuatan.

Diriwayatkan dari Jabir RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, setan mendatangi salah seorang dari kalian dalam berbagai keadaan, bahkan dia datang ketika ia sedang makan. Karena itu, jika ada sesuap makanan yang terjatuh dari salah seorang di antara kalian maka hendaklah dia membersihkannya dari kotoran lalu memakannya, dan janganlah dia membiarkannya dimakan setan. Jika dia selesai dari makannya maka hendaklah dia menjilat jari jemarinya karena dia tidak tahu di bagian makanan yang mana keberkahan itu berada.” (HR Muslim).(*/Tian)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

10 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

10 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

10 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

11 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

11 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

11 jam ago