3 KEBIASAAN SEDERHANA BIKIN RUMAH JADI TEMPAT ISTIRAHAT TERNYAMAN
Setelah seharian beraktivitas, rumah seharusnya menjadi tempat untuk mengembalikan energi. Namun, sekadar berada di rumah belum tentu membuat tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat. Tumpukan barang, pekerjaan yang masih terbawa, hingga kebiasaan terus menatap layar bisa membuat suasana rumah tetap terasa seperti tempat untuk “bekerja”.
Lingkungan rumah juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Kondisi hunian dan kualitas lingkungan di dalam rumah dapat memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan penghuninya, loh. Namun, menciptakan rumah yang terasa nyaman tidak selalu membutuhkan renovasi atau membeli banyak perabot baru. Beberapa kebiasaan sederhana ini justru bisa membuat rumah terasa lebih menenangkan. Apa saja? Yuk, simak!
1. Rapikan barang sebelum beristirahat
Tidak harus membersihkan seluruh rumah setiap hari. Biasakan mengembalikan barang-barang yang berserakan ke tempatnya, terutama di area yang paling sering digunakan untuk beristirahat. Kamar tidur, misalnya, sebaiknya tidak dipenuhi pakaian, dokumen pekerjaan, atau barang yang belum dibereskan. Visual yang terlalu berantakan dapat membuat pikiran terasa masih memiliki banyak “urusan” yang belum selesai.
Dilansir Sleep Foundation, mengurangi clutter di kamar karena lingkungan yang berantakan dapat menimbulkan stres dan membuat seseorang lebih sulit rileks menjelang tidur. Jadi, tidak perlu menunggu akhir pekan untuk melakukan bersih-bersih besar. Luangkan beberapa menit untuk mengembalikan barang ke tempatnya sebelum tidur agar suasana rumah terasa lebih tenang.
2. Buat ritual kecil setelah pulang
Coba bedakan waktu ketika kamu baru pulang dengan waktu ketika sudah benar-benar siap beristirahat. Misalnya, setelah sampai rumah, ganti pakaian, mandi, merapikan barang bawaan, lalu membuat minuman hangat atau duduk sebentar tanpa melakukan pekerjaan. Rangkaian sederhana tersebut bisa menjadi tanda bahwa aktivitas di luar rumah sudah selesai dan waktunya beralih ke mode istirahat.
Konsep serupa juga digunakan dalam rutinitas sebelum tidur. Rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memberi sinyal kepada otak bahwa sudah waktunya bersiap untuk tidur. Aktivitas seperti membaca, meditasi, mendengarkan musik, atau mandi air hangat dapat dimasukkan ke dalam rutinitas tersebut. Lakukan secara konsisten agar tubuh terbiasa mengenali momen transisi dari sibuk menjadi santai.
3. Buat batas antara aktivitas dan waktu istirahat
Rumah bisa terasa seperti kantor kalau pekerjaan terus terbawa sampai malam. Karena itu, buat kebiasaan yang menandai berakhirnya waktu kerja. Jika bekerja dari rumah, rapikan laptop dan perlengkapan kerja setelah selesai. Bila tidak memiliki ruang kerja khusus, gunakan satu area tertentu untuk bekerja dan kembalikan area tersebut ke fungsi semula setelah jam kerja berakhir.
Hal yang sama bisa dilakukan setelah pulang dari kantor. Ganti pakaian, mandi, makan, atau membuat minuman favorit bisa menjadi ritual sederhana untuk memberi jeda antara aktivitas di luar rumah dan waktu bersantai. Kebiasaan-kebiasaan kecil itulah yang membuat tubuh dan pikiran merasa aman, nyaman, dan tidak terus-menerus dituntut untuk produktif. Jadi, kebiasaan mana, nih, yang akan kamu lakukan?(*/Fa)
