Warna Warni

MINUMAN YANG MEMBUAT REDAKAN SESAK NAPAS, TEH HERBAL HINGGA KOPI

JAKARTA – Kualitas udara yang buruk belakangan ini, baik akibat polusi maupun kontaminasi asap, dapat memengaruhi saluran pernapasan.
Udara yang tercemar berpotensi memicu gangguan pernapasan, termasuk sesak napas, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat asma.

Dikutip dari Medical News Today, sesak napas atau dispnea merupakan kondisi ketika seseorang merasa kesulitan bernapas. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari rasa tidak nyaman hingga kesulitan bernapas.

Umumnya, sesak napas disebabkan oleh kondisi asma. Namun, keluhan ini juga bisa dipicu oleh faktor lain, termasuk paparan alergen, polutan di udara, serta suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin. Karena itu, sesak napas tidak selalu menandakan seseorang mengalami asma.

Sejumlah minuman memiliki potensi sebagai obat sesak napas alami. Berikut pilihan minuman herbal untuk meredakan keluhan sesak napas.

1. Teh jahe

Dikutip dari Healthline, jahe merupakan rempah yang mengandung berbagai senyawa bioaktif dan dikaitkan dengan manfaat antiradang.

Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam jahe, termasuk gingerol dan shogaol, berpotensi membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.

Jahe juga disebut berpotensi membantu merelaksasi saluran bronkial, yaitu saluran yang membawa udara menuju paru-paru.

2. Teh mullein
Mullein merupakan tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu menangani berbagai keluhan pada paru-paru dan saluran pernapasan, termasuk asma.

Tanaman ini dapat ditemukan dalam bentuk teh yang dibuat dari beberapa bagian tanaman, seperti akar, daun, dan bunga.

3. Teh akar manis
Akar licorice atau akar manis dikenal mengandung senyawa yang diteliti karena potensi efek antiradang dan pengaruhnya terhadap sistem kekebalan tubuh.

Glycyrrhizin, salah satu senyawa dalam licorice, dilaporkan berpotensi membantu meredakan gejala asma. Efek tersebut juga diamati ketika ekstraknya digunakan bersama pengobatan konvensional, seperti salbutamol atau albuterol.

Namun konsumsi licorice perlu diperhatikan karena glycyrrhizin dapat menyebabkan efek samping, termasuk peningkatan tekanan darah dan penurunan kadar kalium, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau dalam jangka panjang.

4. Teh hitam
Teh hitam berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, yaitu Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan, ketika daun teh mengalami oksidasi sehingga warnanya menjadi lebih gelap dan cita rasanya lebih kuat.

Teh hitam mengandung kafein, senyawa yang dapat membantu merelaksasi otot saluran pernapasan. Efek tersebut berpotensi memberikan perbaikan ringan dan sementara pada fungsi paru-paru, terutama pada orang dengan asma.

5. Teh hijau

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh hijau berpotensi membantu mengurangi peradangan di paru-paru, salah satu proses yang berkaitan dengan asma.

Penelitian terhadap lebih dari 1.000 orang juga menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya dua cangkir teh hijau berukuran sekitar 240 mililiter per hari memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.

6. Kopi hitam
Kopi hitam juga dapat menjadi pilihan minuman yang diteliti terkait fungsinya pada saluran pernapasan.

Kandungan kafein di dalam kopi memiliki efek bronkodilator ringan, yaitu membantu merelaksasi otot saluran napas sehingga aliran udara yang masuk ke paru menjadi lebih lancar.

Tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2010 menemukan bahwa kafein dapat memberikan sedikit perbaikan pada fungsi saluran pernapasan pada orang dengan asma.Demikian beberapa minuman yang dapat meredakan sesak napas secara alamu. Meski memiliki potensi meredakan sesak, minuman ini bukan pengganti pengobatan.(*/Ni)

Tinggalkan Balasan