OLAHRAGA JALAN KAKI BISA 7 KESALAHAN BIKIN SUSAH TURUN BERAT BADAN
JAKARTA – Olahraga jalan kaki sudah terbukti dapat menurunkan berat badan dan banyak yang memilihnya karena mudah dilakukan. Namun meski terlihat sederhana, kebiasaan dan teknik berjalan tertentu bisa memengaruhi manfaat yang kamu peroleh.
Kalau setelah jalan kaki kamu merasa tetap susah turun berat badan, bisa jadi ada beberapa hal dalam rutinitas jalan kaki yang perlu diperbaiki.
Mulai dari tempo yang terlalu santai sampai jadwal yang tak konsisten, kesalahan kecil bisa membuat latihan jadi kurang optimal. Ini dia beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari agar olahraga jalan kaki lebih efektif menurunkan berat badan.
1. Berjalan terlalu pelan
Mengutip laman Time, jalan santai tetap bermanfaat, terutama sebagai awal untuk membangun kebiasaan aktif. Namun, bila selalu berjalan sangat pelan, intensitas latihan jadi tak menantang.
Coba tingkatkan tempo secara bertahap hingga napas terasa lebih cepat, tetapi kamu masih mampu berbicara dalam kalimat pendek.
Sebagai gambaran, sebagian orang berjalan sekitar 100 langkah per menit pada tempo biasa, sedangkan tempo yang lebih cepat bisa mendekati 120 langkah per menit.
2. Tak mendorong tubuh dengan otot bokong
Sebagian orang berjalan dengan sekadar memindahkan kaki ke depan, tetapi tidak mendorong tubuh dari kaki yang menapak.
Lain kali kamu olahraga jalan kaki, cobalah bertumpu dengan mantap, lalu dorong permukaan tanah ke belakang menggunakan otot bokong saat melangkah.
Gerakan ini membantu melibatkan otot besar tubuh dan membuat langkah terasa lebih bertenaga. Hindari mendarat keras atau memaksakan dorongan jika terasa nyeri.
3. Menambahkan beban tanpa pertimbangan
Membawa barbel atau memakai beban tambahan di pergelangan kaki mungkin terlihat seperti cara efektif untuk meningkatkan pembakaran kalori. Namun, menurut Runner’s World, beban tambahan bisa melambatkan tempo berjalan.
Kalau ingin menambah tantangan, cobalah mempercepat langkah, memilih jalur menanjak, atau memperpanjang durasi secara bertahap.
4. Mengabaikan postur
Membungkuk, menegangkan bahu, atau terus menunduk melihat ponsel, bisa membuat berjalan terasa kurang nyaman. Usahakan tubuh tegak secara alami, pandangan ke depan, dan bahu rileks.
Biarkan lengan bergerak wajar mengikuti langkah. Postur yang nyaman dapat membantumu berjalan lebih nyaman dan mempertahankan kebiasaan dalam jangka panjang.
5. Melakukan rutinitas yang sama terus-menerus
Rute dan intensitas olahraga jalan kaki yang sama dari waktu ke waktu bisa terasa membosankan, sedangkan tubuh dapat beradaptasi dengan pola latihan tertentu.
Jadi, variasikan rute, durasi, atau kecepatan, misalnya berjalan di taman, memilih jalur berbukit, atau menyisipkan beberapa interval jalan cepat. Hal ini untuk mencegah pembakaran kalori menurun akibat tubuh sudah beradaptasi.
6. Berjalan terlalu sebentar
Jalan kaki lima menit saja memang lebih baik ketimbang tidak bergerak sama sekali, terutama bagi pemula. Namun, kalau ingin meningkatkan aktivitas harian, sebaiknya tambahkan durasi sedikit demi sedikit.
Tips dari NDTV, kamu bisa menambah lima menit setiap beberapa hari atau minggu, sesuai kondisi tubuh dan kesibukan. Tidak perlu langsung memaksakan target panjang yang sulit dipertahankan.
7. Tidak konsisten
Berjalan jauh hanya sesekali belum tentu lebih efektif ketimbang membuat jadwal yang realistis dan rutin.
Jadi, pilih waktu yang mudah dijalani, seperti setelah sarapan, saat istirahat siang, atau pada sore hari. Catat durasi atau jumlah langkah untuk memantau kebiasaan, bukan untuk memaksakan diri.
Olahraga jalan kaki memang efektif untuk menurunkan berat badan, tetapi hasilnya juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan postur tubuh saat berjalan kaki.Kalau kamu merasa susah turun berat badan, sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan di atas. Di luar itu, pola makan baik dan tidur yang cukup juga perlu jadi perhatian.(*/Na)
