(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Orbiters

ADA PESONA KLASIK, HOTEL UNIK MUNGIL DILAWEYAN SOLO DIBANGUN 1938

SOLO – Namanya adalah Roemahkoe Heritage Hotel Solo, sebuah hotel unik yang kental dengan sentuhan ala keraton di Jawa. Sebelum dibuka menjadi penginapan, bangunan hotel tersebut menjadi rumah keluarga saudagar batik ternama di Solo, Pospo Sumarto.

Segala aktivitas dari pembuatan batik hingga penjualan dilakukan dalam rumah yang memiliki luas 1.950 meter persegi. Rumah itu memang berlokasi di Kampung Batik Laweyan, sentra pembuatan batik di Kota Surakarta.

Sayang, produksi batik tidak berlanjut setelah Pospo meninggal dunia. Anak-anak yang mewarisi rumah tersebut bahkan tidak mampu lagi merawat rumah seluas itu.
Pada 1997, saat krisis moneter melanda Indonesia, anak dari Pospo Sumarto akhirnya menjual rumah tersebut kepada Nina Akbar Tandjung. Rumah yang sangat luas dan memiliki desain unik ala Jawa tersebut juga membuat Nina bingung untuk dijadikan seperti apa.

“Bu Nina sendiri juga bingung awalnya mau dibikin apa, bahkan kepikiran untuk dijadikan toko batik untuk kelas menengah sampai kelas menengah atas. Pada akhirnya tahun 1999, direnovasi aja tapi belum tahu mau dijadikan apa,” tutur Pardi, pegawai Roemahkoe Heritage Hotel Solo kepada Liputan6.com melalui telepon.

Proses renovasi dilakukan tanpa menghilangkan desain asli rumah, termasuk mempertahankan 14 kamar yang sudah ada. Ia hanya merenovasi bagian kamar dan dapurnya saja, seperti menambahkan kamar mandi. “Bahkan, tidak merubah secara signifikan untuk halaman depan maupun isi interiornya,” tambah Pardi.

Pengalaman yang dimiliki Nina yaitu sering berjelajah dunia memberikan pencerahan kepadanya untuk menjadikan rumah tersebut sebagai hotel yang memiliki suasana seperti di rumah Jawa, dengan memberikan kenyamanan secara sederhana dan menarik.

Ide tersebut pun terealisasikan pada 2001. Awalnya, penginapan tersebut dinamai Bed and Breakfast, hotel yang memberikan pelayanan menyenangkan seperti di rumah sendiri ditambah lagi dengan nuansa Jawa. Berjalan kurang lebih tiga tahun ternyata hotel tersebut tidak memenuhi syarat dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia).

Nina Tandjung akhirnya memutuskan untuk lebih meningkatkan fasilitas yang ada dan memperbaiki kekurangan dari sebelumnya. Pada 2004, ia mengganti nama hotel menjadi Roemahkoe Heritage Hotel Solo.

Ketika berkunjung di hotel tersebut kita akan disuguhkan dengan keindahan bangunan Jawa seperti masa 1938. Bangunan hotel tersebut sudah berusia 81 tahun sejak pertama kali dibangun hingga saat ini dengan sedikit renovasi.

Tidak hanya bangunan ala Jawa, hotel itu juga menyediakan makanan khas Keraton Solo seperti nasi jemblung, lodoh pindang, dan aneka nasi goreng. Hotel yang juga menyediakan 14 kamar dengan dua kamar Royal Suite Room yang menyediakan fasilitas lengkap mulai ruang tamu hingga kamar mandi dan tempat tidur yang nyaman.

Keunikan yang dimiliki hotel ini membuat para turis asing tertarik untuk menginap di sana “Biasanya yang sering nginep di sini orang asing. Pada saat musim panas sekitar bulan Juli sampai Agustus itu, hotel ramai dikunjungi turis,” ujar Pardi.

Pardi mengatakan bahwa penginapan yang memberikan desain bangunan ala Keraton Jawa ini bertujuan untuk memperkanalkan budaya Jawa yang unik dan menarik. Ditambah lagi untuk memperlihatkan bahwa bangunan Kraton Solo jaman dulu itu seperti yang ada pada Roemahkoe Haritage Hotel Solo. (*/Riz)

Redaksi

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago