Warna Warni

APAKAH AIR KELAPA BISA GANTIKAN ORALIT SAAT DIARE

JAKARTA – Diare sering menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam waktu singkat. Karena itu, penggantian cairan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia. Di tengah kondisi seperti ini, beberapa orang memilih minuman alami seperti air kelapa karena dikenal menyegarkan dan mengandung berbagai mineral penting.

Namun, apakah air kelapa dapat menggantikan oralit saat diare? Meski sama-sama mengandung elektrolit, tetapi keduanya dirancang untuk tujuan yang berbeda.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pahami apa yang hilang dari tubuh saat diare dan mengapa oralit selama puluhan tahun menjadi rekomendasi dalam penanganan dehidrasi akibat diare.

1. Oralit dirancang untuk mengganti cairan dan elektrolit
Oralit adalah larutan glukosa dan garam dengan komposisi terukur. Kombinasi natrium dan glukosa membantu usus menyerap air, sementara larutan itu juga mengganti elektrolit yang terbuang.

Air kelapa mengandung kalium, tetapi kadar natrium dan glukosanya tidak dirancang agar setara dengan oralit. Komposisinya juga dapat berbeda menurut tingkat kematangan buah.
Dalam analisis laboratorium terhadap air kelapa pada berbagai tahap kematangan, kadar natrium dan glukosanya bervariasi. Sampel yang diuji tidak memiliki kadar yang dinilai sesuai untuk menjadi larutan rehidrasi oral.

2. Ada penelitian lama tentang air kelapa, tetapi temuannya terbatas
Sebuah penelitian klinis pada 1992 menyimpulkan bahwa air kelapa muda, bersama pemberian makanan kembali, mungkin dapat membantu rehidrasi di awal diare ringan pada anak bergizi baik. Namun, penelitian itu tidak menyarankan penggunaannya untuk kolera berat atau pasien yang sudah mengalami dehidrasi maupun gangguan fungsi ginjal.

Temuan tersebut tidak membuktikan bahwa air kelapa setara dengan oralit untuk semua orang atau semua tingkat keparahan diare. Karena itu, sah saja minum air kelapa sebagai asupan cairan, tetapi tetap gunakan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

3. Larutkan oralit sesuai petunjuk kemasan
Gunakan air bersih dan takaran yang tertulis pada kemasan. Jangan melarutkan bubuk oralit dengan air kelapa atau mengubah jumlah airnya, karena komposisi larutan bergantung pada takaran yang tepat.

Tetap berikan ASI dan makanan sesuai usia selama diare, kecuali tenaga kesehatan menyarankan hal lain. Pemberian makanan bergizi tetap dilanjutkan selama episode diare.

4. Kenali tanda bahaya
Segera cari pertolongan medis jika seseorang sangat lemas atau mengantuk, sulit minum, sangat haus, jarang buang air kecil, pusing, atau mengalami mata cekung.(*/An)

Tinggalkan Balasan