(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

ASMA’ BINTI YAZID WANITA PEMBERANI PADA MASANYA

Asma’ binti Yazid, salah satu sahabiyah yang memiliki kecerdasan dan emosional yang baik. Asma’ binti Yazid ibn as-Sakan Ibn Rafi’ Ibn Umru’ al-Qais Ibn Abdul Asyhal ibn Harits al-Anshariyyah al-Ausiyyahal-Asyhaliyyah ini merupakan seorang wanita dengan akal dan pengetahuan agamanya yang kuat. Bahkan ia pun dijuluki sebagai ‘orator wanita’ karena kepiawaiannya dalam beretorika.

Disamping itu, ia merupakan seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. Sekitar berjumlah 81 hadis Nabi yang ia riwayatkan. Kenyataan tersebut menjadi sebuah kebanggan dan suatu prestasi luar biasa dari sang orator wanita ini.

Sebagaimana para sahabiyah lainnya, Asma binti Yazid adalah lulusan madrasah nubuwwah yang mulia. Wanita yang tak mengenal kata takut ini adalah wanita pemberani, teguh, dan pejuang yang berhasil mempersembahkan keteladanan yang luar biasa dalam berbagai bidang bagi para wanita lainnya.

Keteladanan tersebut dapat kita petik melalui penggalan kisah Asma. Suatu ketika, Asma’ binti Yazid mendatangi Rasulullah ﷺ pada tahun pertama setelah hijrah lalu menyatakan baiat Islam. Saat itu, Rasulullah telah membaiat para wanita berdasarkan ayat-ayat mulia yang termaktub dalam Surah al-Mumtahanah ayat 21.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Salah satu wujud sikap sang orator ini adalah memiliki jiwa pemberani. Sifat pemberani yang ia miliki tentu dibekali oleh ajaran-ajaran nubuwwah secara jelas yang telah diajarkan Rasulullah kepadanya. Ia terus mengajarkan ajaran yang pernah ia pelajari dari Rasulullah SAW sambil memurnikan agamanya. Hal itu terus berlangsung hingga tiba tahun 13 H, sesudah Rasulullah wafat, dan terjadilah perang Yarmuk yang kejam dan sengit.

Dalam perang tersebut, sang wanita muslimah ini memiliki andil yang sangat besar dalam berjihad. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh al-Hafizh Ibn Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah saat membahas tentang kaum mujahidin dari kaum beriman. Ibn Katsir mengatakan, “Mereka (kaum muslimin) memasuki perang yang sengit hingga para wanita pun berperang sengit di belakang mereka.” Dalam perang ini, Asma binti Yazid berusaha keras untuk menyediakan senjata dan memberikan air minum, mengobati luka, dan menguatkan para pasukan muslim.

Perang semakin genting dan situasi makin berkobar, Asma’ binti Yazid pun mencari senjata untuk berperang melawan musuh. Yang ditemukan sejak itu ialah tiang tenda. Asma binti Yazid meraih tiang itu dan terjun ke tengah barisan para mujahidin. Dengan tiang tenda itu, ia menebas para musuh Allah hingga berhasil membunuh 9 tentara Romawi. Mengenai hal ini, al-Imam Ibn Hajar al-Asqalani pun menceritakan, “ Ia adalah Asma’ binti Yazid Ibn as-Sakkan, wanita yang ikut hadir dalam perang Yarmuk. Hari itu ia membunuh sembilan tentara Ramawi menggunakan tiang tendanya. Setelah itu, ia hidup hingga waktu yang panjang.”

Peperangan telah berakhir, Asma’ binti Yazid meninggalkan medan perang dengan luka yang cukup memberatkan tubuhnya. Pasalnya, ketika itu tubuhnya mendapat beberapa tusukan,pedang ataupun tombak yang menempel di sekujur tubuh. Namun, takdir Allah menghendaki agar sahabiyah pemberani ini diberikan kesempatan lagi untuk menjalankan dakwah Islam.(*/Tya)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago