(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

BANYAK SALAH INFORMASI, PENTINGNYA MENGENAL KEPERAWANAN WANITA

JAKARTA – Tidak dapat disangkal bahwa ada sejumlah mitos dan kesalahpahaman yang mengejutkan seputar keperawanan wanita. Faktanya, bukan hanya pria yang salah informasi keperawanan, perempuan pun banyak yang tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa kita tidak benar-benar tahu soal jaringan tipis berdaging yang membentang melintasi lubang vagina. Ini dikenal sebagai selaput dara dan itu adalah jaringan melingkar yang sebagian menutupi lubang vagina.

Nah, ketika selaput dara pecah selama penetrasi, banyak orang mengaitkan “pemecahan selaput dara” dengan “hilangnya keperawanan”. Namun, ini tidak selalu terjadi. Seperti dilansir Times of India, jaringan tipis ini dapat aus karena berbagai factor, selain hubungan seksual, pecahnya selaput dara bisa terjadi karena wanita mengendarai sepeda, melakukan senam, atau bahkan saat masturbasi.

Jadi, penting juga untuk memahami bahwa beberapa wanita, bahkan dilahirkan tanpa selaput dara.

Penting untuk dipahami bahwa tidak selalu ada tanda-tanda fisik yang jelas tentang hilangnya keperawanan ketika seorang wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. Kehadiran atau kekurangan selaput dara tidak ada hubungannya dengan keperawanan karena biasanya menipis dari waktu ke waktu dan mungkin tidak meregang selama hubungan seksual pertama.

Selain itu, tidak ada konsep medis tentang keperawanan dan di sini tidak ada tes medis yang tersedia yang dapat mengkonfirmasi keperawanan.

Pasalnya, dalam beberapa budaya, pantangan seksual sebelum menikah adalah penting.

Beberapa juga wanita sangat mementingkan perdarahan selama “malam pertama” setelah menikah. Oleh karena itu, mereka sering mencari perbaikan atau regenerasi selaput dara. Ada prosedur yang dikenal sebagai hymenoplasty yang melibatkan penjahitan sisa-sisa selaput dara asli.

Ini juga digunakan untuk membuat selaput dara baru tanpa meninggalkan jejak yang terlihat bahwa orang tersebut telah memiliki prosedur. Pembedahan ini sering dilakukan dengan anestesi lokal. Saat mencangkokkan bersama, selaput dara yang terentang akan tampak utuh.

Karena ini bukan operasi besar, sebagian besar pasien sembuh dalam waktu seminggu. Anda dapat kembali bekerja setelah 3 hingga 4 hari, tetapi sangat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik, setidaknya selama dua minggu. Anda perlu menahan diri dari hubungan seks hingga 8 minggu setelah maalah itu.

Ingat, meskipun tidak ada kelangkaan obat-obatan rumahan yang hadir di internet yang mengklaim untuk menumbuhkan kembali atau mendapatkan keperawanan, penting untuk dipahami bahwa tidak satu pun dari mereka memberikan informasi yang benar.

Tidak mungkin selaput dara wanita akan tumbuh kembali dengan sendirinya jika telah diregangkan selama aktivitas fisik apapun atau jika Anda dilahirkan tanpa itu.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago