(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

BANYAK WANITA TELAH KEHILANGAN KEPERAWANAN SEBELUM SIAP

JAKARTA – Sejatinya seseorang harus kehilangan “keperawanannya” saat merasa sudah benar-benar siap. Namun dalam hasil sebuah riset di Inggris, lebih dari separuh perempuan dan dua dari lima pria mengaku telah kehilangan keperawanan dan keperjakaan sebelum mereka siap.

Hal ini, menurut para peneliti, berpotensi mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Para peneliti menjelaskan bahwa riset yang hasilnya telah dipublikasikan di jurnal BMJ Sexual and Reproductive Health ini tidak berfokus pada usia dan dampaknya hanya pada seks pertama saja.
Tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine yang mengadakan riset ini mengatakan isu-isu seperti rasa ingin melakukan seks, tekanan dari teman, dan penggunaan alat kontrasepsi bisa mempengaruhi pengalaman seks pertama, tanpa peduli berapa umurnya.

Di Inggris sudah ada aturan legal soal batas usia untuk bisa memberikan persetujuan melakukan seks, yakni 16 tahun. Kaye Wellings, salah satu peneliti dalam riset, mengatakan aturan tersebut bisa melindungi, tapi juga bisa memberikan tekanan pada orang-orang untuk merasa harus mulai melakukan seks pada usia 16 tahun.

“Pesan dari riset ini bukan untuk menghilangkan aturan legal usia itu. Ini lebih mengenai pada variabilitas, bahwa Anda telah berusia 17, 18, 19, dan masih merasa belum siap (untuk seks),” ujar Wellings seperti dikutip dari The Guardian.
Meski begitu, Wellings menambahkan bahwa ia menemukan satu per tiga remaja berusia 15 tahun yang tampaknya siap untuk seks. Ia menjelaskan, meski usia biologis masing-masing orang tidak bisa diubah, prinsip-prinsip untuk membuat setiap orang merasakan pengalaman seks pertama yang positif sebenarnya bisa diajarkan.

“Faktanya adalah hubungan seks pertama kali adalah kejadian yang sangat penting, hanya sekitar tiga persen orang yang tidak bisa mengingat kejadian itu,” tegas Wellings.
“Jika kejadian itu malah menjadi suatu pengalaman buruk yang mempengaruhi seks selanjutnya, maka itu adalah suatu hal yang buruk bagi orang-orang muda karena itu adalah bagian hidup yang penting bagi mereka sendiri dan hubungan romantis mereka,” tambah Wellings.

Dalam riset ini, Wellings dan rekan-rekannya melakukan survei kepada 2.800 orang Inggris berusia antara 17 hingga 24 tahun yang aktif secara seksual. Mereka ditanya mengenai pengalaman pertama kali melakukan hubungan seks.
Antara seperempat dan sepertiga peserta mengaku mereka pertama kali melakukan hubungan seks pada usia 16 tahun.
Tim peneliti kemudian melihat pada empat faktor untuk menentukan apakah para peserta merasa “siap” ketika pertama kali melakukan hubungan seks. Label siap diberikan jika mereka melaporkan menggunakan alat kontrasepsi, merasa sukarela melakukan hubungan seks dengan pasangannya, tidak merasa didorong oleh teman-temannya, dan merasa itu adalah waktu yang tepat.

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 52 persen perempuan dan 44 persen pria tidak “siap” ketika mereka kehilangan keperawanan dan keperjakaannya. Tetapi, meski proporsi peserta yang merasa siap meningkat seiring dengan usia, masih ada 36 persen perempuan dan 40 persen pria yang pertama kali melakukan hubungan seks di atas 18 tahun yang menunjukkan tanda-tanda belum siap.
Di samping itu, jumlah pengalaman pertama yang negatif tetap ditemukan dalam jumlah tinggi pada berbagai kelompok usia.

PERNIKAHAN DINI
Pernikahan Dini dapat Memicu Kekerasan dalam Rumah Tangga. (Foto: Shutterstock)
Yang termasuk mengejutkan dari temuan ini adalah, lebih dari satu di antara enam peserta perempuan menyatakan tidak ingin untuk berhubungan seks. Pada pria, nyaris dua kali lipat dari jumlah tersebut menyatakan hal serupa, tak mau berhubungan seks.
“Tapi apakah pasangan mereka setuju dengan apa yang mereka katakan adalah sesuatu yang tidak bisa kita tunjukkan,” kata Melissa Palmer, pemimpin riset ini.
“Tapi temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman pertama bagi pria dan perempuan mungkin tidak benar-benar sama,” tambah dia.
Yang perlu kita pahami, riset ini memiliki beberapa batasan. Salah satunya, data yang didapat bergantung pada kejujuran peserta dan tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.
Selain itu, hasil riset ini kemungkinan besar tidak berlaku sama persis seperti di Indonesia karena beberapa faktor. Antara lain, di Indonesia sendiri tidak ada batas usia legal untuk melakukan seks. Yang ada adalah batas usia minimal untuk melangsungkan perkawinan.

Peraturan hukum di Indonesia sendiri menyebutkan bahwa setiap perempuan baru boleh melangsungkan perkawinan ketika sudah berusia 16 tahun tahun, sementara untuk laki-laki adalah 19 tahun.
Namun begitu, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi kuat yang memaksa perempuan untuk menikah di usia dini. Laporan Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2008-2012 menyebut, rata-rata sebanyak 6 persen perempuan di Indonesia menikah di bawah usia 16 tahun.
Dengan kata lain, 6 dari 100 perempuan Indonesia sudah melangsungkan perkawinan ketika usia mereka masih di bawah 16 tahun.(*/Ni)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

10 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

10 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

10 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

10 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

10 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

10 jam ago