(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

BERKAH KEJUJURAN SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

Dalam hadis yang diriwayatkan ‘Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, akan dicatat di sisi Allah dirinya sebagai orang yang jujur”.

Hadis sahih di atas menggambarkan keutamaan bersikap jujur. Allah SWT menyukai orang-orang yang jujur. Bahkan, hidayah-Nya dapat turun melalui perantaraan tindakan dan lisan yang berterus terang.

Misalnya, kisah yang dialami Syekh Abdul Qadir al-Jailani berikut.

Saat dirinya masih remaja, Abdul Qadir hijrah dari Makkah ke Baghdad. Di kota berjuluk “Seribu Satu Malam” itu, ia ingin menuntut ilmu-ilmu agama. Ibundanya memberikan bekal uang sebanyak 40 dinar kepadanya.

“Tatkala sampai di daerah Hamdan, rombongan kami dicegat sekelompok perampok,” kata Syekh Abdul Qadir menuturkan.

Salah seorang perampok menghunuskan pedangnya ke leher Abdul Qadir muda. “Apa yang kamu bawa!?” katanya.

“Uang 40 dinar,” jawabnya.

Mendengar itu, si perampok mengira Abdul Qadir berkata selugas itu untuk membohonginya. Ia pun meninggalkan pemuda itu untuk kemudian menodongkan senjata ke anggota rombongan lain.

Setelah itu, perampok itu pergi, tetapi datang lagi seorang di antara mereka. “Apa yang kamu bawa!?” gertaknya.

Abdul Qadir pun mengatakan lagi, “Uang 40 dinar.” Karena tak percaya, perampok itu pun kali ini membawa pemuda itu kepada pemimpinnya.

Bos para perampok itu pun mengajukan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir menjawab apa adanya.

Lalu, pemimpin gerombolan itu berkata, “Apa yang membuatmu selalu berkata jujur?’

“Ibuku memerintahkanku untuk selalu berkata jujur, dan aku takut akan mengkhianatinya,” jawab Abdul Qadir dengan tenang.

Tiba-tiba, pemimpin kelompok perampok itu ketakutan, lalu berteriak dan menyobek bajunya.

“Kamu takut jika mengkhianati janji ibumu, sedangkan aku tidak takut telah mengkhianati Allah!” seru dia.

Ia lalu memerintahkan para pengikutnya untuk mengembalikan semua yang telah diambil dari rombongan Abdul Qadir.

“Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah lewat dirimu,” kata dia kepada Abdul Qadir, “Sekarang engkau adalah pemimpin kami dalam bertobat.”

Inilah berkah kejujuran yang dapat diambil dari kisah perjalanan hidup ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ia kukuh mempertahankan kejujuran. Berkah kejujuran itu telah mendatangkan hidayah dari Allah untuk orang-orang yang tadinya hidup dalam kegelapan.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

13 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

14 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

14 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

14 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

1 hari ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

1 hari ago