(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Asal Usul

MUAZ BIN JABAL, SAHABAT YANG PALING TAHU SOAL HALAL-HARAM

Muaz bin Jabal lahir di Yastrib (Madinah). Ia mempunyai keistimewaan sebagai seorang yang sangat pintar dan berdedikasi tinggi. Dari segi fisik, ia gagah dan perkasa. Allah juga mengaruniakan kepadanya kepandaian berbahasa serta tutur kata yang indah.

Muaz bin Jabal memeluk Islam sejak ia masih kecil. Ia menyatakan Islam melalui Mus’ab bin Umair, yang diutus oleh Rasulullah SAW ke Madinah untuk mengajar penduduk di sana.

Muaz termasuk di dalam rombongan yang berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang bersumpah setia (bai’at) kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah mengucapkan sumpah setia, tak lama Muaz kembali ke Madinah sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Ia berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat yang terkemuka seperti misalnya Amru bin Al-Jamuh.

Pada waktu Nabi Saw berhijrah ke Madinah, Muaz senantiasa berada bersama dengan Rasulullah sehingga ia dapat memahami Alquran dan syariat-syariat Islam dengan baik. Hal tersebut membuatnya di kemudian hari muncul sebagai seorang yang paling ahli tentang Alquran dari kalangan para sahabat.

Muaz adalah orang yang paling baik membaca Alquran serta paling memahami syariat-syariat Allah. Oleh sebab itulah Rasulullah memujinya dengan bersabda, “Yang kumaksud umatku yang paling alim tentang halal dan haram ialah Muaz bin Jabal.” (HR Tarmizi dan Ibnu Majah). Selain itu, Muaz merupakan salah satu dari enam orang yang mengumpulkan Alquran pada zaman Rasulullah.

‘Dipamiti’ Nabi SAW

Setelah peristiwa pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah), maka masuk Islam-lah seluruh penduduk setempat. Seiring waktu, mereka memerlukan tenaga-tenaga pengajar yang tetap tinggal bersama penduduk untuk mengajarkan syariat agama Islam.

Rasulullah SAW lantas menyanggupi permintaan tersebut. Beliau meminta antara lain supaya Muaz bin Jabal tinggal bersama dengan penduduk Makkah. Ia ditugaskan untuk mengajar Alquran dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai agama Allah SWT.

Sifat terpuji juga jelas terlihat manakala rombongan raja-raja Yaman datang menjumpai Rasulullah SAW guna meng-isytihar-kan keislaman mereka. Pemuka Yaman itu meminta kepada Nabi SAW agar supaya mengantarkan kepada mereka tenaga pengajar. Maka, Rasulullah SAW memilih Muaz bin Jabal untuk memenuhi tugas itu bersama-sama dengan beberapa orang sahabat lainnya.

Muaz dipilih menjadi ketua rombongan para sahabat tersebut. Beberapa saat sebelum rombongan pergi, Rasulullah SAW keluar untuk mengucapkan selamat jalan kepada mereka.

Lantas, beliau mewasiatkan kepada Muaz: “Wahai Muaz! Kemungkinan kamu tidak akan dapat bertemu lagi dengan aku selepas tahun ini malah mungkin juga selepas ini kamu akan melalui masjid dan kuburku ….”

Sontak saja, Muaz menangis. Ia terlalu sedih membayangkan berpisah dengan Rasulullah SAW. Selepas peristiwa tersebut, ternyata benar. Nabi SAW wafat, sedangkan Muaz tidak lagi dapat menjumpai beliau.(*/Fir)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

13 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

13 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

13 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

13 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

24 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

24 jam ago