(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Sport

BEROLAHRAGA DAPAT BANTU TINGKATKAN KEBUGARAN MENTAL

JAKARTA – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran mental. Analisis skala besar dilakukan di Universitas Basel dan rekan-rekan mereka di Universitas Tsukuba, Jepang. Kelompok penelitian dengan partisipasi Dr Sebastian Ludyga dan Profesor Uwe Puhse mengevaluasi 80 studi individu untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik kunci.

Olahraga ketahanan, olahraga kekuatan atau campuran komponen-komponen ini dinilai bisa meningkatkan kinerja kognitif. Namun, olahraga yang terkoordinasi dan menantang serta memerlukan pola gerakan yang kompleks dan interaksi dengan sesama pemain secara signifikan lebih efektif.

“Untuk berkoordinasi selama olahraga tampaknya bahkan lebih penting daripada total volume kegiatan olahraga,” kata Sebastian Ludyga seperti dilansir Times Now News, baru-baru ini.

Tingkat total olahraga yang lebih tinggi tidak selalu mengarah pada tingkat efektivitas kebugaran mental yang lebih tinggi. Durasi yang lebih lama per unit akitivitas fisik menjanjikan peningkatan yang lebih besar dalam kinerja kognitif dalam periode waktu yang lebih lama.

Sama seperti kondisi fisik, kinerja kognitif berubah sepanjang hidup. Ini bagus untuk potensi peningkatan selama masa kanak-kanak (fase perkembangan kognitif) dan selama usia tua (fase degradasi kognitif). Namun, kelompok penelitian dari Departemen Olahraga, Latihan dan Kesehatan (DSBG) di University of Basel tidak dapat menemukan indikator berbagai tingkat efektivitas kegiatan olahraga dalam berbagai kelompok umur.

Selain itu, kegiatan olahraga dari usia sekolah dasar hingga usia lanjut tidak harus berbeda secara mendasar untuk meningkatkan kinerja kognitif. Kelompok usia yang berbeda dapat digabungkan untuk tujuan bersama selama olahraga. “Ini sudah diterapkan secara selektif dengan program latihan bersama untuk anak-anak dan kakek-nenek mereka,” kata Puhse.

Fakta lainnya, penelitian ini menemukan bahwa volume aktivitas olahraga yang sama memiliki efek yang berbeda pada kebugaran fisik untuk pria dan wanita. Namun, kelompok penelitian sekarang dapat memverifikasi ini untuk kebugaran mental. Pria karenanya lebih diuntungkan dari kegiatan olahraga.

Perbedaan antara kedua jenis kelamin sangat jelas dalam intensitas gerakan, tetapi tidak dalam jenis olahraga. Latihan keras tampaknya sangat bermanfaat bagi anak laki-laki dan laki-laki dewasa. Dipasangkan dengan peningkatan intensitas secara bertahap, ini mengarah pada peningkatan kinerja kognitif yang jauh lebih besar selama periode waktu yang lebih lama.

Sebaliknya, efek positif pada wanita dan anak perempuan menghilang jika intensitasnya meningkat terlalu cepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka harus memilih kegiatan olahraga intensitas rendah hingga menengah jika mereka ingin meningkatkan kebugaran kognitif mereka.(*/Di)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago