(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Gaya Hidup

DOKTER SPESIALIS: PENULARAN HPV MENINGKAT AKIBAT HUBUNGAN BEBAS

JAKARTA – Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekologi dr. Cindy Rani Wirasti, Sp.O.G. mengatakan, potensi penularan virus human papillomavirus (HPV) di Indonesia akan semakin banyak karena adanya pergeseran budaya yang lebih bebas, seperti seks bebas.

“Penyakit kanker serviks tidak pandang bulu, mau ekonomi seseorang itu rendah atau tinggi karena gejalanya yang tidak terlihat,” kata Cindy dalam Kelas Jurnalis Pencegahan Kanker Serviks.

Menanggapi kanker serviks banyak terjadi pada kalangan masyarakat atas, dr Cindy mengatakan, pergeseran budaya yang cenderung lebih bebas dan menentang nilai-nilai moral, memicu banyaknya hubungan seksual yang dilakukan sebelum menikah pada usia yang lebih muda. Seks bebas itu juga dilakukan oleh pasangan sesama jenis.

Dikutip dari Antara, perilaku seksual tersebut membuat hubungan terlarang lebih leluasa untuk dilakukan dan dimaklumi. Padahal, laki-laki juga dapat menjadi pembawa (carrier) virus karena riwayat seksualnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

dr Cindy menekankan virus HPV merupakan virus umum yang dapat menyerang semua pihak. Jika virus HPV menjadi penyebab utama perempuan terkena kanker serviks, maka virus itu membuka potensi bagi laki-laki untuk terkena kutil kelamin, kanker orofaring, kanker penis atau kanker anal.

“Kondisi kita sekarang sangat berbeda, kalau dulu kita akan menjauhi orang dengan kelainan seksualitas (gay), kalau sekarang kita tetap berteman akhirnya hubungan sesama jenis meningkat, kalau penularan HPV meningkat, biaya BPJS meningkat akhirnya tanggungan negara sangat tinggi,” katanya.

Menurutnya, perilaku seksual tidak ada kaitannya dengan tingkat perekonomian seseorang, namun lebih erat kaitannya dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, sehingga menyebabkan masyarakat sulit untuk memahami informasi terkait kesehatan reproduksi ataupun hal-hal seputar kanker serviks.

Sebab, jabatan atau kedudukan seseorang juga tidak dapat dijadikan sebagai patokan terkena atau tidaknya kanker serviks pada seseorang. Contoh yang dirinya sebutkan, di lapangan telah ditemukan kasus kanker serviks pun bisa menyerang tokoh agama sekalipun.

“Ini sifatnya personal tapi yang harus dipahami bahwa kanker serviks adalah tidak pandang bulu, pendidikannya apa, status sosialnya apa, maupun ekonominya,” ujar Cindy yang berpraktik di BIC Executive RSIA Bunda Jakarta itu
Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu mengimbau agar masyarakat menjaga pola hidup yang sehat, serta tidak sembarang melakukan aktivitas sosial.

Sementara sebagai upaya pencegahan dini, ia meminta pada semua sekolah dan orang tua untuk segera memberikan anak-anak perempuan yang duduk di kelas 5-6 SD vaksin HPV agar menurunkan angka kejadian kanker serviks.

“Vaksinasi HPV itu membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga tidak sampai menimbulkan kanker serviks serta kulit kelamin. Vaksin HPV dapat diberikan kepada utamanya perempuan, namun juga bisa laki-laki yang keduanya dapat diberikan mulai usia sembilan tahun,” jelasnya.(*/Ta)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago