(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Facebook meluncurkan fitur baru yang penjelasan tentang algoritma konten yang akan ditampilkan di newsfeed pengguna. Salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia itu akan memberitahukan kepada pengguna tentang aktivitas yang memengaruhi algoritma.
Fitur tersebut merupakan pertama kalinya sebuah perusahaan memberikan wawasan kepada penggunanya secara langsung di aplikasi maupun melalui situs web.
Sebelumnya, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Youtube mendapat kritik keras karena menggunakan algoritma tanpa memberikan penjelasan kepada pengguna terkait konten yang direkomendasikan.
Facebook mengatakan fitur tersebut tersedia untuk pengguna khususnya di Inggris hari ini, seperti yang diberitakan BBC, Senin (1/4). Akan tetapi secara resmi fitur tersebut dapat digunakan oleh semua pengguna bulan depan tepatnya pada 2 Mei.
Informasi tentang konten yang berada di newsfeed dapat dilihat pada menu ‘notifikasi’ yang muncul di kanan atas. Notifikasi akan menjelaskan kepada pengguna terkait faktor dan alasan kenapa konten tersebut muncul.
Selain itu, Facebook juga menambahakan penjelasan tentang informasi iklan yang telah ada sejak 2014. Iklan akan ditampilkan sesuai dengan profil Facebook pengguna yang berada di database pengiklan.
Iklan tersebut juga telah disesuaikan dengan aktivitas daring pengguna, seperti di mana lokasi terhubung ke internet, sehingga iklan beredar sesuai dengan sasaran.
Produk Manajer Facebook, Ramya Sethuraman, mengatakan kedua pembaruan tersebut diharapkan dapat memberi kenyamanan terhadap pengguna. “Kedua pembaruan tersebut merupakan bagian dari investasi berkelanjutan kami bagi para pengguna untuk memberikan penjelasan dan kontrol di Facebook,” kata Ramya Sethuraman dalam situs resmi Facebook.(*/Ridz)
Untuk diketahui, Facebook baru saja mendapat pengawasan ketat dari pemerintah. Sebab, platform dinilai melakukan serangkaian pelanggaran, seperti pelanggaran data, skandal privasi, hingga tuduhan ikut campur dalam pemilihan (presiden).
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta pemerintah juga dapat mengeluarkan regulasi untuk mengontrol aktivitas pengguna di Facebook. “Saya percaya Facebook memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi masalah ini dan saya berharap untuk membahasnya dengan anggota parlemen di seluruh dunia,” kata Zuckerberg.
Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…
JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…
JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…
JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…
Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…
JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…