GEJALA STROKE PADA WANITA PERLU DIWASPADAI DAN MENCEGAHNYA
YOGYAKARTA – Stroke merupakan kondisi medis serius yang bisa dialami siapa saja. Namun, wanita memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan pria dan cenderung mengalami dampak yang lebih buruk setelah terserang kondisi ini. Gejalanya pun seringkali tidak seperti tanda stroke pada umumnya. Karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja gejala stroke pada wanita agar segera bisa ditangani medis. Berikut pembahasannya.
Gejala Stroke pada Wanita yang Perlu Diwaspadai
Gejala stroke pada wanita sebenarnya sama dengan pria, tetapi wanita mungkin juga mengalami gejala lain yang lebih samar sehingga kadang diabaikan. Sebelum kita melihat gejala khusus yang dialami wanita, kita perlu mengetahui terlebih dahulu gejala umum stroke. Dilansir dari Hackensack Meridian Health, berikut gejala umum stroke pada wanita ataupun pria:
Kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan secara tiba-tiba
Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau perubahan penglihatan mendadak
Salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris
Lengan mendadak melemah atau mengalami mati rasa
Kesulitan berbicara, ucapan tidak jelas, atau kebingungan
Konsultasi Saraf
Adapun gejala lain yang lebih samar yang mungkin dialami wanita bisa meliputi:
Sakit kepala
Pusing
Mual
Muntah
Cegukan
Kebingungan
Perubahan perilaku, misalnya menjadi sangat mudah marah, cemas, atau apatis secara tidak wajar
Pandangan kabur
Rasa berat yang luar biasa atau kehilangan energi secara tiba-tiba
Namun perlu ditekankan disini, gejala-gejala di atas tidak selalu menandakan stroke karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Hal yang membedakannya adalah kemunculannya yang secara mendadak.
Jika mengalami gejala di atas, segera ke rumah sakit. Karena penanganan stroke sangat bergantung pada waktu, semakin besar kesempatan tenaga medis dapat memberikan pertolongan.Buka Komunitas
Faktor Risiko dan Cara Mencegah Stroke pada Wanita
Dilansir dari laman yang sama, ada beberapa alasan mengapa wanita memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibanding pria. Hal ini di antaranya karena wanita mengalami sejumlah faktor risiko yang tidak dialami pria.Cek Kondisi Medis
Estrogen diketahui memiliki efek perlindungan terhadap stroke, sehingga wanita yang masih muda umumnya memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria seusianya. Namun, perlindungan ini berkurang setelah menopause ketika kadar estrogen menurun, sehingga risiko stroke dapat meningkat.
Selain itu, masa kehamilan juga memiliki faktor risiko tinggi. Sejak masa hamil sampai tiga bulan setelah melahirkan, tubuh masuk ke fase hiperkoagulabel di mana seseorang lebih rentan mengalami pembekuan darah, kondisi yang memicu stroke.
Risiko ini semakin meningkat jika mengalami preeklamsia dan peningkatan volume darah. Konsumsi pil KB juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, apalagi pada wanita yang aktif merokok.
Kabar baiknya, menurut AHA (American Heart Association), sekitar 80 persen kasus stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup. Kebiasaan gaya hidup sehat yang sangat membantu antara lain:
Berhenti merokok atau vaping serta menjauhi paparan asap rokok orang lain
Menghindari alkohol
Menerapkan diet Mediterania yang kaya akan buah, sayur, biji-bijian, minyak zaitun, dan ikan
Rutin bergerak dengan berolahraga selama 30 menit, 5 hari dalam seminggu
Menjaga berat badan tetap sehat
Mencukupi waktu tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam
Mengelola stres dengan baik
Asuransi Bisnis
Itulah pembahasan mengenai gejala stroke pada wanita dan langkah pencegahannya. Pemeriksaan kesehatan berkala dan kebiasaan hidup sehat dapat membantu menekan risiko. Jika muncul gejala, segera ke rumah sakit terdekat agar cepat mendapatkan pertolongan medis.(*/Sa)
