(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Olahraga bisa menjadi cara yang baik dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun berolahraga terlalu keras justru bisa berdampak sebaliknya dan malah bisa mengancam nyawa.
Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, Sport Medicine Specialist dari Slim + Health Sport Therapy mengatakan sebelum berolahraga ada baiknya untuk mengetahui tujuannya dan kondisi tubuh kita.
“Sebelum olahraga kita harus punya tujuan atau goal terlebih dahulu. Karena ada tiga jenis tujuan olahraga seperti sehat, prestasi, dan rekreasi. Kalau goal untuk sehat bisa dengan olahraga ringan seperti yoga. Beda halnya dengan olahraga prestasi yang bisa melakukan olahraga berat. Serta tahu kemampuan tubuh kita apakah bisa melakukan olahraga berat,” papar dr. Michael Triangto, SpKO.
Jangan Memaksakan Tubuh
dr. Michael menambahkan jika sudah tahu tujuan olahraga sebaiknya jangan memaksakan tubuh ketika sudah lelah. Sebab menurutnya apapun yang berlebihan tidak baik hasilnya, begitu pun dengan olahraga.
“Jika kendaraan saja berjalan terlalu jauh butuh istirahat. Begitupun tubuh kita, bila sudah lelah sebaiknya istirahat jangan dipaksakan untuk berolahraga berat,” tambahnya.
Olahraga membuat jantung berdenyut lebih cepat, dr. Michael mengatakan bila olaharaga berat denyut jantung semakin cepat dari olahraga ringan. Apalagi ketika tubuh sedang lelah. dr. Micheal menyarankan sebaiknya sebelum olahraga cek denyut jantung dengan acara 220 dikurang usia kita. “Ini denyut jantung maksimal kita,” ucapnya.
2 dari 2 halaman
“Olahraga terlalu berlebih justru membuat tubuh kita menjadi sakit. Ketika badan mengirimkan sinyal lelah seperti sudah mulai lemas dan pegal sebaiknya istirahat, tidur cukup dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Jangan dipaksakan untuk olahraga yang membuat denyut jantung justru berlebihan karena tubuh memiliki batas kemampuan dan olahragalah sesuai kemampuan tubuhmu,” paparnya.
Terdapat hal lain yang dapat terjadi ketika kelebihan berolahraga, selain serangan jantung. Kamu dalam mengalami dehidrasi, daya tahan tubuh menurun, badan terasa nyeri dan pegal akibat peradangan di otot dan sendi.(*/Di)
CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…
CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…
CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…
CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…
JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…