(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Resep

JAGUNG PARUT OBAT AMPUH UNTUK CACAR, MITOS ATAU FAKTA

Masyarakat kerap bertukar informasi mengenai pengobatan tradisional. Salah satu yang masih dipercaya hingga kini adalah penggunaan jagung parut untuk mengobati cacar. Perlu diingat bahwa tidak semua pengobatan tradisional memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr dr Fitria Agustina Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV mengatakan jagung yang diparut untuk menyembuhkan cacar tidak ada bukti ilmiahnya. Menurut dia, parutan jagung justru bisa meningkatkan risiko infeksi tambahan pada luka atau kulit yang sudah rusak.

“Parutan jagung bisa menyebabkan iritasi pada kulit yang sudah terkena cacar, sehingga memperburuk kondisi kulit dan memperlama penyembuhan,” tulis Fitria melalui wawancara daring, Kamis (22/8/2024).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan, jagung yang diparut merupakan bahan yang tidak steril, dan akan memperburuk infeksi kulit akibat cacar. Untuk menyembuhkan bekas cacar, Fitria menyarankan untuk melakukan perawatan yang sudah dianjurkan dokter seperti salep atau pelembap.

“Untuk penyembuhan bekas luka cacar, perawatan yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan kulit dan menggunakan pelembap atau salep yang direkomendasikan oleh dokter,” kata dia.

Fitria juga mengatakan, hal yang perlu dilakukan jika kulit terkena infeksi, pasien harus menjaga kulitnya agar tetap kering dan bersih, cuci dengan sabun berbahan ringan dan air yang bersih. Gunakan pelembap ringan yang bisa membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kulit menjadi lebih kering dan iritasi. Jika infeksi sekunder, dokter akan meresepkan antibiotik topikal atau oral untuk meminimalisasi rasa perih yang mungkin ditimbulkan.

“Hindari menggaruk, bisa menyebabkan infeksi menyebar dan memperburuk kondisi kulit,” ujarnya.

Fitria mengatakan, menggaruk atau memencet luka juga bisa menyebabkan luka menjadi lebih dalam dan berpotensi meninggalkan bekas luka. Dia juga mengingatkan untuk menghindari penggunaan bahan alami yang belum terbukti secara ilmiah seperti jagung yang diparut atau bahan lain yang tidak disarankan oleh dokter. Hindari pula sinar matahari berlebihan saat proses penyembuhan luka infeksi karena bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka atau hiperpigmentasi.(*/Li)

orbit

Recent Posts

cw-check-https://test123.com/

cw-check https://test123.com

5 jam ago

Coronavirus disease 2019

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease…

7 jam ago

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago