(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Berita Orbit

JAWA BARAT TAK ADA NAMA JALAN GAJAH MADA ? ADA ALASANYA

Kenapa di Jawa Barat tidak ada jalan Gajah Mada menarik untuk dikulik. Jawa Barat adalah provinsi dengan populasi terbanyak di Indonesia dan kaya akan sejarah serta kebudayaan.

Jawa Barat juga menyimpan fenomena yang menarik perhatian banyak orang. Salah satunya tidak ada namanya jalan Gajah Mada di Jawa Barat. Padahal Gajah Mada adalah patih Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan sumpah palapanya.

Menghimpun berbagai sumber, (10/11/23), alasan kenapa di Jawa Barat tidak ada jalan Gajah Mada karena adanya konflik antara Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada dengan Kerajaan Sunda yang dipimpin oleh Prabu Maharaja Linggabuana.

Salah satu konflik terkenal adalah Perang Bubat yang terjadi pada tahun 1357. Perang ini timbul akibat kesalahpahaman antara Raja Hayam Wuruk dari Majapahit yang ingin memperistri Dyah Pitaloka, putri Prabu Maharaja Linggabuana.

Kerajaan Sunda berpikir bahwa Raja Hayam Wuruk ingin menikah dengan Dyah Pitaloka sebagai sarana untuk memperluas Kerajaan Jawa. Terlebih lagi, patih Majapahit Gajah Mada telah mengucapkan sumpah palapa yang bertujuan menyatukan Nusantara dibawah satu kerajaan.

Untuk membantah tuduhan tersebut, Hayam Wuruk meminta Kerajaan Sunda mengirim Dyah Pitaloka ke Jawa. Akhirnya, Kerajaan Sunda mengirimkan perwakilan ke Majapahit. Linggabuana sebagai pemimpin rombongan tersebut.

Rombongan Linggabuana sedang beristirahat di Pesanggrahan Bubat sebelum melanjutkan perjalanan ke Majapahit. Ditengah perjalanan, mereka bertemu Gajah Mada. Patih Majapahit itu mengira Linggabuana pergi ke Majapahit untuk berperang.

Akibatnya rombongan Linggabuana tewas. Dyah Pitaloka pun memutuskan bunuh diri. Dia melakukan ritual tersebut untuk menjaga kehormatan bangsanya dan mencegah dari pemerkosaan.

Raja Hayam Wuruk sangat menyesal atas kesalahpahaman yang mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk Dyah Pitaloka dan Linggabuana. Dia juga meminta seniman Bali untuk membuat kidung supaya peristiwa Bubat tetap di kenang.

Masyarakat Sunda merasa marah dan berduka atas peristiwa tersebut. Raja Hayam Wuruk berusaha meminta maaf dan mengirimkan utusan sebagai upaya rekonsiliasi, tetapi tetap saja tidak menyurutkan kekesalan masyarakat Sunda. Sebagai hasilnya, di Jawa Barat tidak ada jalan yang dinamai Gajah Mada.

Demikian alasan kenapa di Jawa Barat tidak ada jalan Gajah Mada.(*/Ri)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago