(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

KAUM ASHABUL AIKAH, PENDUDUK ZAMAN NABI SYU’AIB YANG BINASAKAN ALLAH SWT

Al-Qur’an menceritakan berbagai kisah dari kaum yang tinggal pada zaman nabi terdahulu. Salah satunya tentang Ashabul Aikah yang disebut hidup pada zaman Nabi Syu’aib AS.
Allah SWT berfirman dalam surah As Syu’araa ayat 176-177,

كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ ١٧٦ اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ ١٧٧

Artinya: “Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul. Ketika Syu’aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”

Ulama tafsir dan pengarang kitab tarikh Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiyaa memaparkan sejumlah pendapat terkait penduduk Aikah atau Ashabul Aikah dalam firman Allah SWT tersebut. Ada yang berpendapat Aikah adalah Madyan dan ada pula yang menyebut bahwa keduanya berbeda karena azab yang diturunkan berbeda.

Menurut Qatadah dan beberapa ulama tafsir, Ashabul Aikah adakah nama sebuah kaum yang berbeda dengan penduduk Madyan. Mereka berpendapat bahwa firman Allah SWT dalam surah Asy Syu’araa hanya dikatakan Syu’aib dan tidak disertakan akhuhum Syuaib (saudara mereka sendiri) seperti penduduk Madyan.

Mereka juga berpendapat Ashabul Aikah mendapat azab berupa hari yang gelap, sedangkan penduduk Madyan ditimpa gempa dan suara dahsyat.

Ibnu Katsir menilai pendapat Qatadah itu lemah. Ada dua dalil yang membantah hal ini. Pertama, tidak disebutkannya kata “saudara pada firman Allah, “Penduduk Aikah telah mendustakan para Rasul: ketika Syu’aib berkata kepada mereka…” karena penisbatan mereka kepada berhala yang bernama Aikah.

Sebaliknya, jika firman tersebut dinisbatkan kepada nama kabilah (penduduk Madyan) maka, kata Ibnu Katsir, tidak ada salahnya jika Syu’aib disebutkan sebagai saudara mereka karena berasal dari kota yang sama.

Dalil kedua yang menyangkal pendapat Qatadah itu adalah jika hanya bersandar pada dua azab yang berbeda, maka itu tidak realistis karena tidak ada ulama lain yang berpendapat demikian. Apalagi ada dua azab lain yang berbeda yang menimpa penduduk Madyan. Demikian penjelasan Ibnu Katsir.

Kemudian, untuk riwayat yang disampaikan Al-Hafizh Ibnu Asakir saat menuliskan biografi Nabi Syu’aib AS melalui jalur sampai Abdullah bin Amru secara marfu, yang menyebut penduduk Madyan dan Aikah adalah dua umat yang berbeda namun Allah SWT hanya mengutus Nabi Syu’aib untuk dua kaum itu, adalah pendapat yang lemah. Hadits ini dinilai gharib karena terdapat sanad yang lemah.

Ada juga pendapat yang menyebut bahwa Aikah adalah nama sebuah pohon. Diceritakan dalam Qishash Al-Anbiyaa lil Athfal karya Hamid Ahmad Ath-Thahir, Allah SWT mengutus Nabi Syu’aib AS. Nabi Syu’aib AS kemudian mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya, melarang menyembah pohon Aikah, dan memerintahkan mereka untuk berbuat adil dan tidak berbuat zalim.

Dari beberapa pendapat tersebut, Ibnu Katsir sendiri meyakini bahwa Ashabul Aikah dan penduduk Madyan adalah umat yang sama. Hanya saja mereka dibinasakan dengan sejumlah azab yang berbeda-beda.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago