(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

KEUTAMAAN MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM

Konflik adalah sesuatu yang kerap dijumpai dalam kehidupan. Acapkali, konflik berlarut-larut sehingga menimbulkan kebencian atau bahkan dendam dalam hati. Alhasil, rasa persaudaraan pun kian pudar.

Salah satu caranya adalah merajut kembali kekerabatan.

Dalam bahasa Alquran, hal ini dikenal dengan istilah silaturrahim. Banyak ayat Alquran maupun hadis yang mengisyaratkan pentingnya silaturahmi.

Dalam surah an-Nisaa’ ayat 1 disebutkan kata ‘arham’. Kata itu ditujukan kepada segenap manusia agar bertakwa kepada Allah. “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Arham adalah kata jamak dari rahim. Kata dasarnya adalah rahima-yarhamu-rahiman, yang berarti ‘kasih sayang’, ‘lembut hati’, atau ‘karunia.’

Secara tersirat, di dalamnya terdapat arti ‘maaf’ serta ‘penuh kasih sayang’ yang merupakan salah satu sifat Allah.

Biasanya, tradisi silaturahim di tengah kaum Muslimin Indonesia berkenaan dengan tiga macam ibadah: puasa Ramadhan, shalat Id, dan zakat fitrah. Semua ini diharapkan dapat memberi kesadaran yang lebih intens dalam hidup kerohanian.

Allah SWT menegaskan: “Dan balasan atas suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maka, barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah…” (QS.42: 40).

Nabi Muhammad SAW merupakan teladan agung dalam perkara memberikan maaf kepada mereka yang memusuhinya. Diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Auf, “Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullah SAW dan beliau bersabda, ‘Janganlah duduk bersamaku, orang yang memutuskan persaudaraan.’

Mendengar ucapan tersebut, seorang pemuda berdiri meninggalkan majelis. Pemuda itu rupanya telah lama bertengkar dengan bibinya. Ia lalu minta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu dia kembali ke majelis sehingga Nabi SAW bersabda, ‘Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun apabila yang di situ ada orang yang memutuskan tali persaudaraan.'(*/Fir)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

4 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

4 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

4 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

4 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

4 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

5 jam ago