(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Asal Usul

KI GEDE SELA SANG PENAKLUK PETIR YANG DIRIKAN KOTA SOLO

KI GEDE SELA pendiri Kota Solo dikenal sebagai orang yang sakti kala itu. Konon Ki Gede Sela merupakan anak dari Ki Getas Pandawa, anak dari raja terakhir Kerajaan Majapahit, Lembu Peteng atau Bondan Kejawan. Getas Pandawa mempunyai tujuh orang anak, dimana Ki Ageng Sela anak tertua.

Ki Ageng Sela merupakan satu-satunya anak laki-laki, sedangkan enam adiknya perempuan. Hal itu sebagaimana disebut dari buku “Awal Kebangkitan Mataram : Masa Pemerintahan Senapati” tulisan dari H.J. De Graaf.

Kesaktian Ki Gede Sela digambarkan pada naskah kuno Serat Kandha, di mana saat itu Pangeran Sabrang Lor dari Demak meninggal dunia.

Saat itu berkumpul semua Wali Songo dan ulama di masjid besar. Setelah melakukan Salat Jumat pergilah mereka ke halaman depan masjid untuk memilih raja baru.

Sementara itu, tampak langit segumpal awan gelap, yang dengan cepat meluas, menimbulkan cuaca sangat buruk. Sambaran-sambaran petir pun muncul. Sesaat kemudian Ki Gede Sela tiba disambar petir. Tetapi anehnya, petir itu justru ditangkapnya. Ki Gede Sela kemudian menyerahkannya kepada para wali, yang membuat gambar-gambarnya di pintu gerbang utama Masjid Demak.

Kemudian mereka berdoa dengan khusyuk memohon kepada Tuhan agar masjid selamat dari sambaran petir. Gambar itu sekarang masih ditemukan di Masjid Demak pada ukiran Lawang Bledheg yang terdapat di pintu masjid.

Awal mula Ki Ageng Sela mempunyai kemampuan menaklukkan petir berawal dari saat ia membuka ladang pertanian. Saat itu langit tiba-tiba menjadi mendung dan mulai turun hujan, seketika itu petir datang dan kilat menyambar, sehingga membuat kegiatan pertanian terganggu.

Ki Ageng Sela menantang petir yang berusaha mengganggunya untuk menampakkan wujudnya. Tak lama kemudian, petir tersebut berubah menjadi naga dan berubah wujud berkali-kali menjadi makhluk yang mengerikan. Ki Ageng Sela yang merasa kesal karena terus diganggu terjadilah perkelahian antara keduanya diiringi petir yang menggelegar.

Pada akhirnya, Ki Ageng Sela berhasil mengalahkan makhluk tersebut dan mengikatnya di sebuah pohon Gandri dan makhluk tersebut berubah menjadi kakek tua. Ki Ageng Sela membawa kakek tua yang terus berubah-ubah wujud ke Demak untuk dilaporkan ke Sultan Demak.
Saat berada di Demak, tiba-tiba datanglah seorang nenek yang menyiramkan air ke tubuh kakek tersebut. Lalu seketika suara petir menggelegar dan tiba-tiba kakek dan nenek tersebut menghilang. Dua momen itu membuat Ki Ageng Sela dikenal luas sebagai penakluk petir.(*/Yan)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago