(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Asal Usul

KISAH KECERDASAN NABI SULAIMAN DALAM MENGADILI PERKARA

Nabi Daud dan Nabi Sulaiman AS adalah bapak-anak. Keduanya merupakan utusan Allah kepada Bani Israil.

Nabi Daud juga merupakan pemimpin kaumnya. Setiap orang yang memiliki sengketa terhadap orang lain biasanya akan meminta keadilan kepada rasul penerima Kitab Zabur itu.

Suatu hari, Nabi Daud menerima laporan tentang seorang perempuan muda yang telah diperkosa. Perempuan itu adalah seorang tunanetra dan tak bisa berkata dengan jelas.

Para ibu yang menjadi tetangganya baru mengetahui keadaan menyedihkan wanita muda itu. Akhirnya, tahulah mereka bahwa ia telah diperkosa oleh banyak lelaki.

Ada empat pria yang menjadi tersangka. Nabi Daud lalu memanggil mereka semua untuk diadili.

Tak satu pun di antara mereka mengaku telah memperkosa perempuan itu. Sementara, satu sama lainnya saling berteman. Mereka semua kompak menuding, perempuan itu telah diperkosa oleh seekor anjing.

Nabi Sulaiman mendengar majelis sidang ini. Di ruangan terpisah, ia lantas berkata kepada ayahnya.

“Wahai ayah, biarkan aku yang mencari tahu siapa pemerkosa perempuan itu,” kata Sulaiman–saat itu usianya masih belasan tahun.

Nabi Daud mengizinkan putranya itu untuk mengambil keputusan. Sebab, ia mendapatkan ilham, Nabi Sulaiman dapat memutuskan perkara seadil-adilnya, meskipun sang korban buta dan tak dapat bersaksi.

Nabi Sulaiman kemudian berinisiatif menginterogasi masing-masing tersangka secara terpisah.

Setiap tersangka yang sudah diperiksa kemudian ditempatkan di ruangan yang berbeda.

Masih saja tiap tersangka membual, si pemerkosa korban adalah anjing. Namun, masing-masing mereka berbeda keterangan dalam menjawab pertanyaan sederhana dari Nabi Sulaiman: “anjing itu berwarna apa?”

Tersangka yang pertama berkata, anjing itu berwarna cokelat. Tersangka kedua dan ketiga masing-masing secara terpisah menyatakan anjing itu berwarna putih dan hitam. Sementara, tersangka keempat bilang, anjing itu kuning warnanya.

Setelah pemeriksaan selesai, Nabi Sulaiman kemudian mengumpulkan lagi keempat orang itu dalam satu ruangan.

“Bagaimana pendapat kalian tentang anjing yang memperkosa perempuan itu?”

Mereka menjawab serentak, tetapi “warna-warni.” Karena terbongkar kebohongannya, mereka pun mengakui, benar telah memperkosa wanita malang itu. Mereka pun mendapatkan hukuman rajam.(*/Fir)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

6 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

6 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

6 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago