(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

SEJARAH AWAL SHOLAT JUMAT

Praktik ibadah sholat Jumat pada saat pandemi virus corona atau Covid-19 mengundang perdebatan yang tidak produktif dan menguras energi di kalangan masyarakat. Perdebatan hanya akan membuat umat dan bangsa Indonesia lemah serta ringkih.

Supaya umat Islam memahami kedudukan, keutamaan, dan hukum sholat Jumat, Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Ahmad Hasan Asy’ari Ulama menulis buku Shalat Jumat di Tengah Covid-19. Dalam buku yang diterbitkan Al-Wasat Publishing House pada April 2020 ini dijelaskan tentang sejarah sholat Jumat.

Sebelum Islam datang, bangsa Arab sudah memiliki kalender sederhana dengan nama bulan dan hari. Nama-nama hari itu di adalah Awwal (Ahad), Ahwan (Itsnain), Jubar (Tsulatsa), Dubar (Arbi’a), Mu’nis (Khamis), Arubah (Jumat), dan Syiyar (Sabt).

Bangsa Arab di Hijaz (Makkah, Thaif, dan Yatsrib atau Madinah) memiliki tradisi berkumpul pada hari Arubah. Sebagaimana disebutkan Imam al-Qurthubi di dalam Tafsir al-Jami li al-Ahkam Alquran bahwa masyarakat Yatsrib berkumpul-kumpul sebagai sarana sosial pada hari Arubah. (Yatsrib diubah menjadi Madinah setelah hijrah Nabi Muhammad SAW).

Sementara itu, kaum Yahudi dan Nasrani juga memiliki hari saat mereka berkumpul, berdoa, dan beribadah di dalamnya. Kaum Yahudi beribadah pada hari ketujuh, yakni Sabat (Sabtu), sedangkan kaum Nasrani beribadah pada Ahad (Minggu).

Sahabat As’ad bin Zurarah Abu Umamah yang memulai dan menjadikan hari Arubah sebagai hari saat umat Islam tidak sekadar berkumpul tetapi juga sholat dan berdzikir. Sejak saat itu, nama hari Arubah diganti menjadi Jumat (Jumuat/ Jumat/ Jumaat).

Di dalam riwayat lain disebutkan, yang memprakarsai sholat Jumat adalah Mush’ab bin Umair. Sebab, apa yang dilakukan oleh As’ad bin Zurarah Abu Umamah tiada lain atas bantuan Mush’ab bin Umair.

Diceritakan bahwa ketika Rasulullah Muhammad SAW berhijrah dari Makkah pada Jumat, beliau melewati perkampungan bani Salim bin Auf yang terletak di tengah-tengah oase (wadi/lembah). Di perkampungan tersebut kemudian dibangun masjid tempat Rasulullah mempraktikkan ajaran Jumat, yaitu dengan menunaikan sholat Jumat dan berkhutbah untuk pertama kali.

Kemudian, turun wahyu surat al-Jumuah ayat 9. Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman. Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Sejak saat itulah hari Jumat menjadi hari umat Islam, sebagaimana hari Sabtu bagi orang Yahudi dan Ahad (Minggu) bagi orang Kristen atau Nasrani.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago