Advetorial

MATA BATIN AKAN TERBUKA JIKA MENUNDUKKAN PANDANGAN MATA

SYEKH Ibnu Athaillah as Sakandari dalam kitab At Tanwir menuliskan nasihat untuk umat Islam. Yakni, tentang pentingnya menjaga pandangan.

“Wahai orang yang beriman, wajib bagimu menundukkan pandangan ketika keluar rumah dan menjemput rezekimu sampai kembali,” kata Syekh Ibnu Athaillah.

Dalam surat An Nur ayat 30 yang dikutip Ibnu Athaillah, disebutkan:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

qul lil-mu’minîna yaghudldlû min abshârihim wa yaḫfadhû furûjahum, dzâlika azkâ lahum, innallâha khabîrum bimâ yashna‘ûn

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.”

Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan umat Islam bahwa penglihatan adalah nikmat sekaligus amanah. Karena itu, mata tidak boleh digunakan untuk melihat hal-hal yang buruk.

Allah berfirman dalam surat Al Mu’min ayat 19:

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ

Ya’lamu khā`inatal-a’yuni wa mā tukhfiṣ-ṣudụr

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

Allah berfirman juga dalam Surat Al Alaq ayat 14:

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰى

a lam ya‘lam bi’annallâha yarâ

“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?” (QS Al-‘Alaq: 14).

Syekh Ibnu Athaillah menjelaskan, orang yang menjaga pandangannya dari perkara haram, Allah akan membalas dengan cahaya di dalam hati.

“Siapa yang membatasi pandangan matanya dari yang tidak patut, Allah akan meluaskan pandangan batinnya,” kata Syekh Ibnu Athaillah.

Sebagian ulama berkata, “Tidaklah seseorang menundukkan pandangannya dari perkara-perkara yang diharamkan Allah kecuali Dia akan memancarkan cahaya di dalam hatinya dan dia akan merasakan kenikmatan cahaya itu.*** Muhammad Hafil

Tinggalkan Balasan