(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Warna Warni

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG PUASA INTERMITEN

JAKARTA – Puasa berselang atau berjeda (intermiten) dianggap sebagai cara efektif untuk menurunkan berat badan dan menuju kebugaran. Pola makan ini memiliki efek detoksifikasi pada tubuh.

Puasa jenis ini dibagi menjadi dua fase yakni fase puasa dan fase makan. Selama fase puasa, Anda tidak boleh makan atau minum apapun kecuali air putih. Sebaliknya, selama fase makan, penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan mengenyangkan agar Anda tidak berakhir dengan makan berlebihan.

Apa yang Anda makan selama fase makan puasa intermiten perlu diperhatikan. Makan berlebihan atau makan junk food selama fase makan dapat meniadakan seluruh tujuan mengikuti pola makan ini.

Pertama, ketahuilah bahwa Anda tidak boleh membuat diri Anda kelaparan selama fase puasa. Menurut pelatih gaya hidup, Luke Coutinho, Anda bisa berbuka puasa saat tubuh mendambakan makanan. Jika Anda mulai dengan pola makan ini, fase puasa bisa jadi asalkan sesuai dengan tubuh Anda.

Fase puasa bisa selama delapan, 10, atau 12 jam awalnya. Setelah Anda terbiasa dengan pola makan, fase puasa bisa diperpanjang. Untuk itu, penting juga untuk memperhatikan makanan yang Anda makan.

Seperti dilansir di laman NDTV, Rabu (26/8), selama fase makan, pola makan Anda idealnya mencakup sebagian besar makanan yang dimasak di rumah. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sumber lemak sehat lainnya. Protein, karbohidrat, dan serat harus menjadi bagian dari makanan Anda.

Anda juga sebaiknya berlatih mengontrol porsi dan makan sampai 80 persen. Jangan membuat dirimu kelaparan. Beri makan diri Anda dengan makanan bergizi setiap kali merasa lapar, bahkan jika itu mengharuskan Anda berbuka puasa.

Tambahkan camilan makanan sehat seperti kacang-kacangan, susu, biji-bijian, buah musiman, atau semangkuk yogurt dengan beberapa buah dan sayuran. Apa yang Anda makan dan pola makan Anda akan menentukan bagaimana puasa intermiten akan bekerja.

Pastikan olahraga teratur menjadi bagian rutinitas Anda. Berolahraga akan membantu Anda menjadi lebih kuat, gesit, dan bugar. Ini akan menjauhkan orang-orang seperti sakit punggung, sakit lutut, dan leher dan juga akan membantu Anda menurunkan berat badan.(*/Nia)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

6 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

6 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

6 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

6 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

17 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

17 jam ago