MENGENAL PERJUANGAN PEMUDA DARI DEKAT DI MUSEUM PEMUDA
JAKARTA – Mengunjungi Museum Sumpah Pemuda menjadi cara yang tepat untuk mengenal perjuangan para pemuda dari dekat.
Wisata tak melulu soal tempat baru atau mencari sudut menarik untuk mengabadikan foto. Sesekali, mengunjungi tempat bersejarah juga bisa menjadi pilihan untuk mengenal kembali cerita para pemuda, salah satunya melalui Museum Sumpah Pemuda di Jakarta Pusat.
Museum ini dulu merupakan bangunan rumah indekos. Di tempat inilah sejumlah pemuda dari berbagai organisasi pernah berkumpul dan menjalani kehidupan sehari-hari. Kini, ruangan museum menjadi tempat bagi pengunjung untuk menelusuri kisah perjuangan generasi muda pada masa lalu.
Berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya, traveler dapat melihat bagaimana sejarah disajikan melalui koleksi dan penataan pameran. Ada Ruang Organisasi, Ruang Undangan Kongres, Ruang Kongres, Kamar 106, hingga Ruang Indonesia Raya yang masing-masing memiliki cerita tersendiri.
Koordinator Museum Sumpah Pemuda, Fathul Futuh Tamam mengatakan kunjungan ke museum seharusnya tidak berhenti pada kegiatan melihat bangunan tua. Namun, ada nilai yang bisa dibawa pulang, terutama tentang persatuan dan keyakinan bahwa anak muda mampu membuat perubahan.
“Pertama, semangat persatuan, satu, yang kedua adalah semangat percaya diri. Karena ketika itu, pemuda yang melakukan itu percaya bahwa apa yang dilakukan hari itu akan merubah wajah Indonesia ke depannya. Apa yang dilakukan dengan bersatu mampu melakukan hal-hal yang mustahil,” kata Fathul saat berbincang dengan detikTravel.
Pesan itu terasa relevan ketika pengunjung melihat kembali bagaimana para pemuda pada masa itu berkumpul di tengah perbedaan latar belakang. Mereka memiliki keyakinan bahwa langkah yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan bagi masa depan bangsa Indonesia.
Bagi generasi sekarang, napak tilas tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Mengikuti alur pameran di museum, membaca, dan memahami penjelasan bisa menjadi awal untuk mengenal peristiwa Sumpah Pemuda secara lebih dekat.
Pengalaman itu juga bisa menjadi momen untuk menghubungkan sejarah dengan kehidupan sehari-hari. Semangat persatuan dapat dimulai dari hal sederhana seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak meremehkan orang lain, dan mau bekerja sama. Nilai-nilai tersebut terasa lebih dekat ketika traveler mengetahui bahwa perubahan besar juga berawal dari langkah kecil para pemuda.
Fathul berharap pengunjung tak hanya melihat museum sebagai bangunan lama yang menyimpan koleksi bersejarah. Ia mengingatkan bahwa ada nilai yang tetap penting untuk dibawa ke masa kini, meskipun zaman dan tantangan yang dihadapi anak muda saat ini sudah berbeda.
“Pemuda harus menjadi panutan. Jangan terprovokasi dengan apapun, tapi minimal jadi panutan untuk dirinya sendiri, keluarganya, baru lingkungan, bahkan yang terbesar buat negaranya,” dia menambahkan.
Museum Sumpah Pemuda dapat menjadi pilihan wisata sejarah bagi pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan yang ingin mengisi waktu luang dengan pengalaman berbeda di Jakarta.
Kunjungan bukan sekadar menambah pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga memberi kesempatan traveler untuk memikirkan peran yang bisa dilakukan di lingkungan masing-masing. Museum Sumpah Pemuda berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Traveler bisa mengunjungi museum yang buka Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB.(*/Tya)
