MENINGGAL KARENA WABAH PENYAKIT DIGANJAR SYAHID

Spread the love

Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Surah At-Taghabun ayat 11).

Semua orang boleh berusaha menghindari wabah penyakit sebagai bagian dari ikhtiarnya menjaga keselamatan, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Larilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa”.

Namun, wabah penyakit seperti Tho’un atau virus Corona (Covid-19) saat ini tidak akan menular dan mematikan seseorang kecuali atas kehendak Allah. Dalam perspektif Islam, mereka (muslim) yang wafat karena wabah penyakit ini diganjar mati syahid. Berikut nash hadisnya (sahih)

عن حفصة حَفْصَةُ بِنْتُ سِيرِينَ قَالَتْ قَالَ لِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَحْيَى بِمَ مَاتَ قُلْتُ مِنْ الطَّاعُونِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Dari Hafshah Binti Sirin, ia berkata, ‘Anas bin Malik telah berkata kepadaku,’ Apa penyebab kematian Yahya Bin Abi ‘Amrah? aku menjawab: “Oleh (penyakit) Tho’un”, lalu ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tho’un penyebab mati syahid bagi setiap muslim”.

Hadis ini diriwayatkan para ahli hadis yaitu:
1. Imam Bukhari, dalam Kitab Al-Thib, Bab Mâ Yudzkar Fi-th-Tha’un, hadits No 5291.
2. Imam Thayalisiy 2113.
3. Imam Ahmad 3/150.

Dari Sayyidah Aisyah RA, sesungguhnya ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Tho’un? Maka Nabi SAW menceritakan kepadanya: “Sesungguhnya Tho’un itu siksaan yang Allah kirimkan kepada yang Dia kehendaki. Kemudian Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidak ada seorangpun hamba yang terkena Tho’un, lalu ia tetap tinggal di negrinya sambil bersabar, dan dia yakin bahwa tidak akan menimpa kepadanya kecuali yang telah Allah tuliskan baginya, maka ia akan mendapatkan ganjaran mati syahid”. (HR Al-Bukhari dalam Kitab Al-Thib, Bab Ajri-sh-Shabir Fi-th-Tha’un, hadis No 5293, HR Al-Baihaqi, HR Ahmad).

Dalam hadis lain, dari ‘Uthbah Bin Abd Al-Sulamiy, Rasulullah SAW besabda: “Orang-orang yang mati syahid dan mati karena penyakit Tha’un datang (pada hari Kiamat).Orang-orang yang mati karena penyakit Tho’un itu berkata: ‘Kami adalah syuhada (mati syahid)’. Lalu ada yang berkata: ‘Perhatikan dulu olehmu (wahai para Malaikat)! Jika luka mereka seperti lukanya orang-orang yang mati syahid, (yaitu) darahnya mengalir namun baunya seperti minyak kesturi, maka mereka adalah para syuhada (orang-orang yang mati syahid). Maka mereka (para malaikat) itu mendapatkan mereka (yang mati karena Tho’un) seperti para syuhada.” (Hadis hasan, HR. Imam Ahamd dalam kitab Musnad No 16993)

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima (yaitu), orang mati karena terkena penyakit Tho’un (lepra), orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Imam Thabrani ada tambahan yaitu orang yang mati terbakar dan perempuan yang gugur di saat melahirkan (nifas), jatuh dari puncak gunung, dimangsa bintang buas adalah syahid. Sedangkan Imam Abu Dawud mengetengahkan: “Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, membela keluarganya, nyawanya, atau agamanya, maka ia mati syahid”.

Menurut Ibnu Al-Tiin, semua keadaan di atas merupakan kematian yang telah ditetapkan Allah sebagai keutamaan bagi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Semoga mereka (umat muslim) yang wafat karena wabah Corona diganjar syahid termasuk para dokter dan petugas medis yang menangani para pasien. Al-Faatihah…(*/Tian)

Loading...