MENYANTAP MAKANAN PEDAS TANPA MENGGANGGU PENCERNAKAN

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

JAKARTA – Makanan pedas kerap menggoda. Selain sensasi segar saat menyantapnya, rasa pedas membuat penikmatnya seperti ‘ketagihan’. Namun, benarkah makanan pedas aman untuk disantap?

‚ÄúSecara teknis makanan apapun yang dibumbui dengan rempah-rempah dari dapur bisa dianggap pedas. Banyak orang menganggap makanan pedas sebagai makanan panas, seperti hidangan yang dibuat dengan capsaicin atau jalapeo,” kata Ahli Diet Nour Zibdeh, dilansir di laman Well and Good, Kamis (18/11).

Sementara, penulis ‘Saffron Soul’ yang juga seorang koki Ayurveda, Mira Manek mengatakan, dia memasak dengan rempah-rempah yang dikenal dapat menambah sensasi panas pada makanan. Rempah-rempah seperti kunyit, jinten, dan jahe, memainkan peran penting dalam masakan Ayurveda. Namun, mereka sering dipasangkan dengan rempah-rempah lain untuk memberikan rasa lebih seimbang.

“Makanan pedas tidak harus berarti ‘pedas’. Biji jinten, biji sesawi, biji ketumbar, semua ini rempah-rempah dan mereka dapat digunakan untuk menyeimbangkan rempah-rempah lain seperti jinten atau bubuk cabai merah,” kata Manek.

Manek mengatakan, rempah-rempah mengandung antioksidan tinggi. Secara langsung hal itu terkait dengan kesehatan otak dan jantung.

Sementara Zibdeh mengatakan, sayuran dan rempah-rempah yang pedas telah dikaitkan secara ilmiah dengan meningkatkan metabolisme. Artinya, makanan pedas juga menunjukkan manfaat lain yang menyehatkan.

Namun Zibdeh menambahkan, ketika berbicara tentang makanan berbumbu tinggi, perlu mempertimbangkan baik dan buruknya makanan tersebut. Misalnya, makanan pedas bisa menyebabkan sakit perut, refluks asam, diare, atau masalah lain. Alasan tersebut bisa menjadi alasan untuk mengurangi menyantap makanan pedas.

Zibdeh mengatakan, ada alasan mengapa bumbu dan rempah-rempah tertentu dapat menyebabkan refluks asam, mulas, dan gangguan pencernaan pada orang. Sebab, rasa pedas bisa mengiritasi kerongkongan atau perut.

“Sekali lagi, tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak sesuai dengan Anda,” jelas Zibdeh.

Zibdeh mengungkapkan, ada ratusan herbal lain yang bermanfaat sehingga tidak perlu mengkonsumsi jenis yang merugikan kesehatan. Jangan sampai makanan pedas mengiritasi sistem pencernaan.Tetapi sebelum menghilangkan rempah-rempah dan aromatik lain sepenuhnya, ada baiknya untuk mempertimbangkan mengapa rempah-rempah dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Manek mengatakan, dia sering mendengar orang Amerika tidak bisa makan makanan India karena makanan pedas membuat perut mereka sakit. Namun, dia mengatakan, hal itu seringkali bukan karena herbal yang terkandun di dalam makanan.

“Restoran makanan India tidak hanya memiliki banyak bumbu, tetapi juga dapat mengandung banyak minyak, mentega, dan krim. Kombinasinya bisa kaya,” katanya.

Jika perut tidak terbiasa dengan bahan-bahan yang kaya rasa, atau jika memiliki kepekaan terhadap produk susu, kemungkinan besar bahan-bahan itulah yang menyebabkan sakit perut. Namun, masalah pencernaan tersebut bukan disebabkan rempah-rempah.

Jika ingin menikmati makanan India dan mengambil banyak manfaat dari nutrisinya tanpa khawatir akan mempengaruhi pencernaan, dia menyarankan untuk memasak sendiri di rumah. Dengan begitu bisa mengontrol jumlah setiap bahan yang digunakan dan membuat hidangan yang tidak terlalu kaya tetapi tetap lezat.

“Masukkan lebih banyak ramuan pendingin ke dalam hidangan yang Anda masak untuk keseimbangan,” jelasnya.(*/Ta)

Loading...