(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Sport

OLAHRAGA SAAT PUASA, SEBELUM BUKA ATAU SETELAH BUKA

JAKARTA – Di bulan Ramadan, banyak orang mengurangi kegiatan fisik seperti dengan tidak melakukan olahraga saat puasa, karena olahraga dapat membuat kita menjadi haus akibat kehilangan cairan, yang berakibat mengganggu ibadah puasa.

Padahal, aktivitas fisik selama berpuasa memberikan dampak penting bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Tunisia dari Universitas Sfax dan CHU Habib Bourguiba menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberikan dampak kesehatan yang baik bagi tubuh selama aktivitas puasa.

Hal ini terlihat dari parameter komposisi tubuh, hematologi, dan biokimia pada partisipan yang melakukan aktivitas olahraga mengalami perubahan yang lebih baik yaitu penurunan berat badan, persentase lemak tubuh berkurang, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan dampak positif yang diberikan, olahraga rutin selama bulan puasa adalah baik bagi kesehatan. Namun, agar olahraga tidak mengganggu ibadah puasa kita, hal-hal ini perlu dipertimbangkan sebelum kita melakukan olahraga.

Kapan waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa?

Menentukan apakah olahraga sebaiknya dilakukan sebelum atau sesudah buka, bergantung pada tujuan olahraga itu sendiri. Misalnya, apakah tujuan olahraga Anda adalah menjaga kebugaran, atau meningkatkan dan mempertahankan massa otot? Selain itu, perlu diperhatikan juga intensitas latihan yang dilakukan, serta kondisi tubuh pada saat latihan, seperti yang dikutip oleh detikHealth:

Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh

Jika tujuan olahraga Anda adalah menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah sahur. Hal ini karena di pagi hari, suhu udara masih dalam kondisi segar sehingga tidak akan menimbulkan haus yang berlebihan ketika melakukan aktivitas olahraga. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 70 persen kardio dan 30 persen angkat beban.

Untuk mempertahankan kekuatan otot

Jika tujuannya adalah mempertahankan otot, sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar 1,5 jam hingga 2 jam sebelum berbuka puasa. Jika setelah melakukan latihan ini dirasakan lelah dan haus, tidak perlu khawatir karena dilakukan menjelang waktunya berbuka puasa sehingga apabila terjadi dehidrasi, cairan yang hilang dapat dinormalkan kembali pada saat berbuka. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 50 persen kardio dan 50 persen angkat beban.

Untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot

Jika Anda ingin meningkatkan kekuatan dan kemampuan massa otot, tingkatan olahraga yang dilakukan lebih tinggi dari latihan-latihan lain. Oleh karena itu, sebaiknya olahraga dilakukan setelah berbuka puasa karena latihan ini dirasakan cukup berat. Lelah dan haus pada menjalankan olahraga tersebut tidak akan terlalu berpengaruh karena orang tersebut masih bisa langsung minum seperti saat latihan biasa. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 30 persen kardio dan 70 persen angkat beban.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan olahraga di bulan puasa
Olahraga dapat dilakukan dengan durasi antara 30 menit sampai dengan maksimum 60 menit dengan memperhatikan hal-hal berikut:

Lakukan latihan kardiovaskular ringan seperti berjalan atau bersepeda. Hal ini dapat membakar kalori dan meningkatkan stamina, meningkatkan fleksibilitas dan detoksifikasi, dan perenggangan otot-otot yang bekerja. Atau lakukan aktivitas latihan otot sederhana seperti latihan otot, push-up, dan sit up.

Minumlah banyak air sebelum berolahraga. Minuman air seperti air kelapa dapat meningkatkan elektrolit dalam tubuh, yang dapat membantu fungsi jantung, saraf, dan otot.

Jangan melakukan latihan intensitas tinggi berlebih seperti berlari, stepper, atau mengangkat beban karena dapat menyebabkan cedera sendi atau otot serta menyebabkan komplikasi seperti tekanan darah rendah, hipoglikemia, dan pusing.
Jangan melanjutkan olahraga jika Anda merasa lemah, pusing, atau sakit meskipun Anda sudah menurunkan intensitas latihan.
Hindari makan-makanan yang digoreng dengan minyak berlebih ataupun makanan berlemak jika ingin olahraga Anda berhasil.
Setiap orang memiliki riwayat kesehatan yang berbeda-beda.

Jika Anda sedang dalam perawatan medis dokter atau memiliki riwayat penyakit kronis. Sebaiknya konsultasikan dulu aktivitas fisik dengan dokter Anda sebelum memulai olahraga saat puasa.(*/Ta)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago