(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Sport

OLAHRAGA SECARA BERLEBIHAN TAK BAIK UNTUK JANTUNG

JAKARTA – Berolahraga memang merupakan hal yang sehat, namun melakukannya secara berlebihan bisa berdampak negatif. Menurut penelitian, berolahraga secara berlebihan diketahui bisa mengakibatkan masalah kesehatan serius bahkan pada jantung.

Dilansir dari Medical Daily, manfaat kesehatan dari olahraga bisa hilang jika seseorang berolahraga di atas batas yang disarankan. Berdasar saran dari U.S. Department of Health and Human Services (HHS), orang dewasa seharusnya melakukan setidaknya 150 menit olahraga ringan seminggu atau olahraga berat atau aerobik sebanyak 75 menit seminggu.

Aktivitas umum olahraga intensitas berat yang umum melingkupi berlari, bersepeda, berenang, serta berdansa. Sedangkan olahraga intensitas ringan yang disarankan adalah berjalan, mendaki gunung, golf, olahraga di rumah, serta berkebun.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada prosiding Mayo Clinic, mengungkap bahwa seseorang harus melakukannya sesuai yang disarankan. Diketahui bahwa seseorang yang melalukan olahraga ekstrem setiap minggu cenderung mengalami masalah kalsifikasi arteri koroner (KAK).

Masalah kesehatan ini menunjukkan keberadaan plak mengandung kalsium pada arteri jantung. Hal ini merupakan prediktor umum penyakit jantung. Temuan ini diperoleh setelah penelitan yang dilakukan terhadap sekitar 3.200 partisipan.

Peneliti melihat seberapa sering partisipan berolahrga dan jenis aktivitas fisik mereka selama 25 tahun. Analisis menunjukkan bahwa seseorang yang berolahraga 450 menit atau setidaknya 7,5 jam olahraga ringan seminggu, yang tiga kali lipat dari batas yang direkomendasikan, memiliki risiko mengalami masalah kesehatan ini 27 persen lebih tinggi.

“Olahraga intensitas tinggi di atas batas waktu bisa menyebabkan tekanan pada arteri yang menyebabkan tingginya KAK,” terang Jamal Rana, peneliti yang terlibat dalam temuan ini.

“Walau begitu, penumpukan plak ini mungkin dalam bentuk yang lebih stabil dan cenderung tidak pecah serta menyebabkan serangan jantung,”pungkasnya.(*/Di)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

6 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

6 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

6 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

6 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

6 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

6 jam ago