PERHATIAN, NYERI PINGGANG DAN LEHER SINYAL TUBUH KURANG GERAK
JAKARTA – Keluhan nyeri pada pinggang dan leher di masyarakat kian meningkat akibat gaya hidup kurang gerak yang menghambat produktivitas. Head Fisioterapi, Simon Tri Prasetyo, mengungkapkan bahwa kebiasaan banyak duduk dan jarang berolahraga menjadi faktor utama pemicu cedera muskuloskeletal pada berbagai kalangan usia.
Menurut Simon, nyeri pada area punggung bawah (low back pain), belikat, hingga leher merupakan sinyal peringatan bahwa otot dan sendi kurang bergerak.
“Biasanya kalau kurang gerak yang sering cedera itu pinggang dan leher. Jadi awalnya sakit area pinggang bawah, berlanjut ke belikat, lalu lehernya kena,” jelas Simon pada Selasa (6/10).
Ia menambahkan bahwa usia turut menentukan titik nyeri akibat kurang gerak. Kelompok usia muda cenderung merasakan nyeri di bagian leher, sementara penderita di rentang usia 40 hingga 50 tahun lebih rentan mengalami masalah pada bagian pinggang.
Sebagai langkah preventif, Simon menekankan pentingnya tetap aktif bergerak sesuai kemampuan tubuh. Ia menyarankan aktivitas sederhana seperti jalan kaki 7.000 hingga 8.000 langkah setiap hari sebagai permulaan yang baik.
“Kalau bisa jalan yang cukup atau olahraga efek tinggi seminggu sekali seperti padel atau badminton, dua hari sisanya kalian pilates dan gym itu bagus. Itu pasti terhindar dari cedera sendi dan tulang,” tambahnya. Konsistensi dalam berolahraga disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang krusial.
Merespons tren cedera muskuloskeletal ini, layanan klinik fisioterapi seperti Physiorehab terus berekspansi, salah satunya dengan membuka gerai baru di kawasan Meruya Utara, Jakarta Barat. Klinik ini fokus pada penanganan cedera otot dan tulang yang menjadi keluhan utama pasien saat ini.
Physiorehab menerapkan metode pengobatan berbasis bukti (evidence-based) untuk memastikan diagnosa dan penanganan yang akurat. Dalam praktiknya, klinik ini juga aktif berdiskusi dengan dokter spesialis dari mancanegara, termasuk Malaysia dan Singapura, guna menangani kasus seperti pengapuran, saraf kejepit, hingga gangguan fungsi sendi. (*/Tri)
