(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Kesehatan

RADANG TENGGOROKAN INTAI DI AWAL PUASA, INI PENYEBABNYA

JAKARTA – Radang tenggorokan menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dikeluhkan umat Muslim selama menjalani puasa di awal Ramadhan. Data internal Halodoc mencatat adanya peningkatan layanan konsultasi dokter sekitar 13 persen mengenai radang tenggorokan di pekan pertama puasa.

Board of Medical Exellence Halodoc, dr Irwan Heriyanto, mengatakan radang tenggorokan termasuk keluhan umum yang terjadi saat puasa. Menurut dia, radang tenggorokan selama puasa biasanya dipicu oleh kurangnya asupan cairan sehingga membuat lapisan tenggorokan kering dan memicu iritasi atau peradangan.

“Karena masih adaptasi, jadi biasanya banyak orang yang pas awal-awal puasa itu minumnya enggak cukup. Akhirnya dehidrasi dan tenggorokan jadi kering, lalu radang,” kata dr Irwan dalam diskusi media di Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Selain itu, pola makan selama sahur dan berbuka yang tidak sehat juga bisa memicu radang tenggorokan. Dokter Irwan menjelaskan konsumsi makanan pedas, terlalu panas atau dingin, makanan berminyak seperti gorengan saat sahur dan berbuka bisa mengiritasi tenggorokan.

“Sementara kan di kita itu, banyak yang sukanya gorengan yah, terus es gitu buat buka puasa. Padahal air putih dan kurma itu sangat aman dan dianjurkan untuk makanan pembuka. Pas sahur juga makan sehat yah, jangan mie atau yang terlalu pedas,” kata dr Irwan.

Untuk mencegah radang tenggorokan selama puasa, dr Irwan membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan dari sekarang sebagai persiapan praramadhan. Pertama, penting untuk mengatur pola tidur dengan baik. Tidur yang cukup dan berkualitas berperan besar dalam meningkatkan imunitas tubuh, terutama di awal Ramadhan ketika tubuh masih beradaptasi.

Selain itu, dr Irwan menyarankan untuk meningkatkan konsumsi vitamin C dan zinc. Kedua nutrisi ini berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi. Asupan tersebut bisa diperoleh dari makanan bergizi seperti buah, sayur, kacang-kacangan, serta suplemen bila diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Terus kurangi konsumsi gula ya. Boleh yang manis, tapi jangan berlebihan, karena dapat memicu iritasi tenggorokan dan memperburuk peradangan. Kalau susah ngurangin manis, ingat aja kalau kita makan manis itu rasanya cuma sampai lidah aja. Setelah dicerna masuk tenggorokan, semua makanan sama aja. Pas dikeluarkan juga sama aja. Jadi kenikmatan manis itu cuma dilidah,” kata dia.

Tak kalah penting, dr Irwan menyarankan untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Jika terdapat masalah seperti gigi berlubang atau radang gusi, sebaiknya segera ditangani karena infeksi di area mulut dapat memicu gangguan tenggorokan terutama saat puasa Ramadhan.(*/In)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago