(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Warna Warni

RENTAN TERHADAP VIRUS, COVID-19 TAK BISA NYEBAR DI KOLAM RENANG

JAKARTA – Secara bertahap, kota-kota di dunia melakukan pelonggaran pembatasan dengan membuka fasilitas olahraga, termasuk kolam renang. Dapatkah virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 menyebar di air kolam?

Selain menghirup droplet dari sekresi pernapasan orang yang terinfeksi, orang bisa tertular karena memegang permukaan yang terkontaminasi virus corona. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan di berbagai permukaan benda selama berhari-hari dan dapat tetap di udara selama berjam-jam.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mata manusia sangat rentan terhadap virus. Tampaknya cara penyebaran virus tidak terbatas, tetapi kabar baiknya genangan air kemungkinan bukan vektor penularan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

“Tidak ada bukti bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 dapat menyebar ke orang-orang melalui air di kolam renang, kolam air panas, spa, atau area bermain air,” kata badan federal AS itu.

Operasi dan pemeliharaan yang tepat, termasuk desinfeksi dengan klorin dan bromin, terhadap kolam renang dapat menonaktifkan virus di dalam air. Meskipun air mungkin bukan metode penularan Covid-19, mereka yang berenang di kolam, apalagi kolam renang umum, bisa saja merupakan pembawa virus.

Orang bisa tertular akibat tak menjaga jarak dengan pengunjung kolam renang lainnya yang bisa jadi positif Covid-19 meski tak bergejala. Droplet yang tersembur saat mereka berbicara atau batuk bisa saja terhirup di jarak yang tidak aman.

Di samping itu, droplet juga bisa menempel di benda-benda yang ada sekitar kolam renang. Pengunjung diserukan untuk tetap menjaga kebersihan tangannya dan mengenakan masker biasa setelah keluar dari kolam.

Itu sebabnya kolam komunitas di beberapa negara bagian AS tidak akan dibuka musim panas ini. CDC menawarkan panduan sementara untuk bisnis dan pengusaha untuk membersihkan dan mendisinfeksi fasilitas masyarakat, yang meliputi saran untuk kolam renang umum, bak air panas, spa, dan area bermain air.

“Semua orang harus mengikuti panduan lokal dan negara bagian yang dapat menentukan kapan dan bagaimana fasilitas air rekreasi dapat beroperasi,” saran CDC.(*/El)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

12 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

12 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

12 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

12 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

23 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

23 jam ago