(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Sport

JAGA KESEHATAN, OLAHRAGA HARUS TETAP DIJALANI MESKI DI RUMAH

JAKARTA – Meski sedang di rumah saja, tetapi olahraga tetap tidak boleh absen. Frekuensi olahraga yang dianjurkan adalah 150-250 menit per minggu dengan intensitas sedang. Sifatnya boleh aerobik atau boleh juga melakukan latihan beban. Kenapa harus tetap aktif berolahraga?

“Untuk menjaga kebugaran, jaga imunitas, mencegah kelelahan otot, dan mengurangi stres,” beber Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah – Puri Indah dr Raissa Edwina Djuanda MGizi SpGk dalam RSPI Live Webinar dengan tema Menjaga Berat Badan Ideal Saat #dirumahaja belum lama ini.

Lari, berenang, menari, atau bahkan olahraga dengan menggunakan berat tubuh seperti push up, sit up, dan back up bisa dilakukan. Jika masih ingin menggunakan beban sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali perminggu.

Dr. Raissa menambahkan yang tak kalah penting adalah batasj screen time. Hal itu karena lebih banyak screen time maka risiko kenaikan berat badan juga semakin besar. Terpaku pada gawai dalam waktu yang lama malah akan membuat malas bergerak atau gaya hidup sedentary.
Maka itu, dr. Raissa menganjurkan untuk membatasi penggunaan gadget, hindari penempatan gadget di ruang tidur, dan matikan hp/gadget lain saat akan tidur. Yang tidak kalah pentingnya adalah tidur yang cukup. Durasinya adalah 6-8 jam per hari.

“Jangan tidur lewat dari pukul 02.00 malam, karena ini adalah fase deep sleep,” ujarnya. Lebih jauh terkait penanganan obesitas haruslah dilakukan secara komprehensif. Dimulai dari perubahan gaya hidup. Jika tidak membuahkan hasil maka berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan solusi yang baik. Dari situ mungkin dokter akan meresepkan obat-obatan.

Nah kalau langkah ini juga tidak memiliki pengaruh signifikan barulah dilakukan operasi. “Bisa juga dilakukan kombinasi dari seluruhnya agar berat badan ideal bisa tercapai,” imbuh dr. Raissa.

Tidak hanya orang dewasa, obesitas juga melanda anak-anak secara global maupun nasional. Prevalensinya pun juga meningkat. Jika tidak ditangani anak obesitas akan menghadapi ancaman kesehatan yang fatal.

Sama seperti dewasa, penyebab obesitas pada anak bisa dibilang beragam. Mulai dari pola makan yang tidak seimbang hingga kurangnya aktivitas fisik.
Terlebih varian makanan dan jajanan dewasa ini semakin banyak yang pada umumnya mengandung gula, garam, dan kalori yang tinggi. Kondisi ini masih diperparah dengan penggunaan gawai yang membuat anak hanya berkutat pada mainannya tersebut tanpa melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Pola makan, aktivitas fisik, serta modifikasi perilaku dan keterlibatan keluarga adalah solusi penanganan obesitas anak. Prinsipnya tetap perhitungkan faktor tumbuh kembang pada anak dan remaja. Hindari menggunakan jalan pintas seperti diet rendah kalori atau diet dengan obat-obatan tanpa konsultasi dokter. (*/Di)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago