(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

SIKAP NABI SAW HADAPI CEMBURU ISTRI-ISTRINYA

JAKARTA – Betapa suka cita perasaan Nabi Muhammad SAW. Sebab, beliau kala itu baru saja dianugerahi kelahiran seorang putra dari seorang istrinya, Mariyah al-Qibthiyyah. Beliau menamakan anaknya, yakni Ibrahim.

Akan tetapi, kelahiran Ibrahim ternyata mengundang cemburu dari istri-istri Nabi SAW yang lain, utamanya ‘Aisyah dan Hafshah.

Di kediamannya, ‘Aisyah mengatakan kepada Nabi SAW, wajah Ibrahim tidak menyerupai beliau shalallahu ‘alaihi wasallam. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW menunjukkan raut wajah tidak suka.

Perasaan cemburu yang berlebihan juga ditunjukkan Hafshah. Putri Umar bin Khattab itu merasa tersaingi oleh Mariyah, yang telah memberikan seorang anak laki-laki untuk suaminya.

Menghadapi kecemburuan yang datang dari ‘Aisyah dan Hafhsah, Rasulullah SAW memilih sikap lemah-lembut. Bagaimanapun, beliau adalah pemimpin umat. Tidak punya banyak waktu untuk melayani perangai cemburu yang ekstrem. Demikian pula, beliau tak mau membiarkan dirinya dipermainkan istri.

Akhirnya, selama sebulan penuh Nabi SAW mendiamkan keduanya. Dalam rentang waktu itu, Rasulullah SAW memusatkan perhatian pada upaya-upaya dakwah dan penyebaran Islam di Jazirah Arab.

Abu Bakar dan Umar sebagai para mertua Nabi SAW merasa gelisah sekali. Mereka khawatir, Rasulullah SAW akan menceraikan masing-masing putri mereka. Bukan tak mungkin perangai ‘Aisyah dan Hafshah yang menyulitkan Nabi SAW akan menyebabkan datangnya murka Allah SWT.

Setelah menyadari keadaan ini, ‘Aisyah dan Hafshah pun menyesal. Mereka merasa khilaf lantaran telah terdorong rasa cemburu yang berlebihan, sampai-sampai melukai perasaan sang suami. Kini, Rasulullah SAW lebih memilih menghabiskan sebagian waktu dalam sebuah bilik, alih-alih rumah kedua istrinya itu.

Selama beliau tinggal dalam bilik itu, ada pelayan beliau bernama Rabah. Lelaki itu selalu menunggu di ambang pintu, menjaga agar tidak ada orang yang masuk kecuali atas izin beliau SAW.

Seiring waktu, desas-desus bahwa Nabi SAW akan menceraikan istri-istrinya itu mencuat. Rasa cemas pun kian menggelayuti pikiran Abu Bakar dan Umar.

Suatu hari, Umar begitu ingin bertemu dengan Nabi SAW. Sekali lagi, Umar mengulangi permintaannya. Namun, Rabah tetap tidak memberikan jawaban. Demikian seterusnya hingga permintaan diajukan sebanyak tiga kali.

Ketika Umar hendak beranjak pergi, Nabi SAW memberikan isyarat kepada Rabah agar mengizinkan sahabatnya itu masuk. Umar pun gembira.

Setelah mengucapkan salam, ia memasuki bilik kecil itu.

Ketika Umar sudah duduk dan membuang pandang ke sekeliling tempat itu, ia tiba-tiba menangis.

“Apa yang membuatmu menangis, ya Ibnul Khathab?” tanya Rasulullah SAW dengan nada lembut.

Umar mengatakan, dirinya menangis setelah menyaksikan tikar tempat Nabi SAW berbaring begitu kasar, sampai-sampai meninggalkan bekas pada punggung dan dada beliau yang mulia. Selain itu, di dalam bilik sempit tersebut nyaris tak ada apa-apa kecuali segenggam gandum, kacang-kacangan, dan alas kusam.

Setelah itu, Nabi SAW menasihatinya. Segala yang dilihatnya itu adalah perkara duniawi. Urusan dunia adalah sementara. Umar pun kembali tenang.

“Wahai Rasulullah,” kata Umar, “Apakah yang menyebabkan tuan tersinggung adalah karena para istri itu? Kalau mereka itu tuan ceraikan, niscaya Allah mendukung engkau. Demikian juga para malaikat, Jibril dan Mikail, juga saya, Abu Bakar, dan semua orang-orang beriman. Mereka berada di pihakmu.”

Umar terus dan terus berbicara. Nabi SAW mendengarnya.

Lantas, beliau tersenyum. Rasulullah SAW menyatakan kepadanya, tidak akan menceraikan ‘Aisyah dan Hafshah. Mendengar itu, Umar merasa gembira.

Ia pun meminta izin kepada Nabi SAW untuk mengumumkan hal ini kepada kaum Muslimin.(*/Tya)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago