(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Saat pilek, minuman hangat selalu direkomendasikan agar tubuh semakin membaik. Studi menunjukkan minuman panas dapat membantu meredakan gejala seperti pilek dan sakit tenggorokan untuk sementara.
Namun ketika berbicara tentang kopi, sifat panas dari minuman ini tidak cukup untuk menjadikannya pilihan minuman ketika Anda sakit. Kopi membuat Anda tetap terjaga, tapi tubuh Anda butuh istirahat saat sakit.
“Jadi, kafein adalah stimulan. Meskipun tidak akan berdampak apa pun pada kondisi klinis, sifat stimulan kafein mungkin kontraproduktif,” kata profesor emerita epidemiologi di Tulane University, Suan Hassig.
Ketika menghadapi infeksi virus, salah satu hal yang sangat perlu dilakukan adalah istirahat yang cukup. Jika Anda mengonsumsi kopi, ini dapat mempersulit Anda untuk mendapatkan tidur.
Bagi mereka yang jarang minum kopi, ternyata kopi juga bisa menyebabkan dehidrasi. Ketua Departemen Pengobatan Integratif dan Ilmu Gizi di Jefferson Health dr Daniel Monti mengatakan harus berhati-hati saat mengonsumsi kafein karena dapat menyebabkan dehidrasi.
Dilansir Huffpost, beberapa waktu lalu, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Penelitian terbaru menunjukkan orang yang rutin minum kopi dalam jumlah sedang tidak mengalami dehidrasi. Sebaliknya, dehidrasi ringan akibat sifat diuretiknya terlihat pada mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein dan meminumnya dalam jumlah banyak sekaligus.
Selain itu, kopi bisa membuat perut Anda sakit. Sudah diketahui umum bahwa kopi membuat Anda buang air besar. Tak jarang kopi menyebabkan sakit perut pada orang-orang tertentu.
“Beberapa dari infeksi ini, bukan pilek, tapi flu, terkadang dapat menyebabkan gejala gastrointestinal dan memperparah seluruh sistem mulai dari lambung hingga usus bukanlah ide yang baik,” kata Hassig.
Jika menderita penyakit pernapasan, Anda sebaiknya membiasakan diri minum minuman lain yang lebih menghidrasi. Teh herbal panas bisa menjadi minuman yang bermanfaat saat sakit.
“Selain itu, teh berkafein seperti teh hijau bisa lebih enak di perut, menjadikannya pengganti yang baik bagi seseorang yang masih menginginkan dorongan energi tetapi tidak ingin kopi,” ucap Monti.(*/Ti)
JAKARTA - Untuk membantu meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif, olahraga tidak selalu harus dilakukan…
JAKARTA - Durian menjadi salah satu buah yang difavoritkan masyarakat Indonesia. Selain punya bentuk dan…
JAKARTA - Destinasi tepi laut yang menawarkan pemandangan pantai pasir putih serta mercusuar ikonik ternyata bisa…
JAKARTA - Tengah malam tiba-tiba ingin makan? Sebelum membuka kulkas atau memesan makanan, coba cek…
Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…
JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…