(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Sport

TAK DIANJURKAN OLAHRAGA MEMAKAI JAKET BISA DEHIDRASI

JAKARTA – Salah satu kebiasaan yang dilakukan banyak orang dalam berolahraga adalah memakai jaket. Hal ini biasanya dilakukan untuk menambah jumlah keringat yang dikeluarkan seseorang.

Berolahraga mengenakan jaket agar tubuh lebih berkeringat tidak dianjurkan karena hanya mengurangi kadar air di dalam tubuh dan dapat mengakibatkan dehidrasi, demikian dokter spesialis penyakit dalam dr. Umar Nur Rachman, Sp.PD.

“Nah ini kadang-kadang masyarakat masih belum paham ya. Mereka beranggapan kalau aku berkeringat, maka aku sudah olahraga. Terus dia olahraganya pakai jaket. Meskipun dia ditimbang turun berat badannya, itu air (di dalam tubuh) yang keluar,” ujar Umar saat diskusi daring beberapa waktu lalu.

Selain itu, Umar juga menjelaskan bahwa sebagian pasien diabetes beranggapan bahwa berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki itu baik. Faktanya, Umar mengatakan bahwa hal itu justru harus dihindari oleh penderita diabetes.

“Pasien diabetes ini banyak ya, dia mengira jalan-jalan nggak pakai sandal itu baik. Kemudian dia jalan di krikil itu ya nggak pakai sandal. Memang rasanya nyaman karena pasien diabet itu kan kakinya kayak kebas gitu ya. Kalau dia jalan di krikil itu rasanya enak,” kata Umar.

“Tapi otomatis pertama dia risiko luka. Pasien diabet kan harus pakai alas kaki kemana-mana. Kedua, dia juga tidak bisa berolahraga dengan baik. Karena minimal itu olahraga jalan cepat untuk pasien diabet. Nah jalan cepat ya harus pakai sepatu,” sambungnya.

Keringat Bukan Inti Olahraga
Oleh sebab itu, Umar memaparkan bahwa banyaknya keringat yang dikeluarkan saat berolahraga bukanlah poin utama. Sebab hal yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah durasi dan intensitasnya.

“Olahraga teratur ini sifatnya harus continue ya. Kalau disarankan sih 3 sampai 5 kali seminggu ya. Durasinya berkisar antara 30 menit dengan pemanasan dan pendinginan,” tutur Umar.

“Ini harus kita pahami ya bahwa yang menjadi target (olahraga) itu adalah denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal itu kalau intensitas olahraga kita sekitar 70 persen dari denyut nadi maksimal,”pungkasnya.(*/Fa)

orbit

Recent Posts

LUANGKAN WAKTU 10 MENIT, LATIHAN RINGAN BISA TINGKATKAN MOOD

JAKARTA - Untuk membantu meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif, olahraga tidak selalu harus dilakukan…

10 jam ago

MENGKOSUMSI DURIAN BISA BIKIN TENKANAN DARAH NAIK, INI FAKTANYA

JAKARTA - Durian menjadi salah satu buah yang difavoritkan masyarakat Indonesia. Selain punya bentuk dan…

10 jam ago

LIBURAN AKHIR PEKAN DI PANTAI SEKITARAN JAKARTA, MASUK GRATIS

JAKARTA - Destinasi tepi laut yang menawarkan pemandangan pantai pasir putih serta mercusuar ikonik ternyata bisa…

11 jam ago

CARA MEMBEDAKAN BENER MAU MAKAN ATAU LAPAR SESAAT

JAKARTA - Tengah malam tiba-tiba ingin makan? Sebelum membuka kulkas atau memesan makanan, coba cek…

11 jam ago

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

1 hari ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

1 hari ago