TIDUR DILANTAI KENA KIPAS SEBABKAN PARU – PARU BASAH, BENARKAH?
JAKARTA – Kipas di ruangan tertutup dapat mengarahkan udara yang mengandung virus dari orang yang sedang sakit ke orang lain. Ini risiko penularan, bukan karena kipas menyebabkan pneumonia.
Bangun tidur dengan tubuh terasa dingin atau hidung tersumbat bisa membuat seseorang menghubungkannya dengan lantai dan kipas semalam. Namun, tidur di lantai atau terkena embusan kipas tidak langsung menyebabkan pneumonia. Pneumonia, atau sering dijuluki paru-paru basah, adalah infeksi paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau—lebih jarang—jamur.
Pada pneumonia ini, kantung udara kecil di paru-paru dapat meradang dan terisi cairan atau nanah. Cairan tersebut, bukan berasal dari lantai dingin atau angin dari kipas, terjadi ketika kuman penyebab infeksi mencapai paru-paru.
Apakah udara dingin sama sekali tidak berpengaruh?
Udara dingin tidak mengandung kuman penyebab pneumonia. Namun, menurut penelitian mengenai sistem pertahanan hidung, paparan suhu rendah dapat mengurangi sebagian aktivitas pertahanan alami jaringan hidung terhadap virus.
Temuan penelitian tersebut membantu menjelaskan kemungkinan pengaruh suhu terhadap pertahanan hidung, tetapi tidak mengubah fakta bahwa pneumonia disebabkan oleh kuman.
Kipas bukan sumber flu atau pneumonia. Namun, jika ada orang yang sedang terinfeksi di ruangan tertutup, aliran kipas dapat mengarahkan partikel pernapasan yang ia keluarkan, misalnya saat batuk, bersin, atau berbicara ke orang lain. Virus influenza, misalnya, menyebar melalui partikel pernapasan.
Jadi, jika seseorang mengalami pneumonia setelah beberapa malam tidur dengan kipas angin, kipas angin tersebut belum tentu penyebabnya. Ia mungkin tertular kuman dari orang lain atau mengalami infeksi yang berkembang menjadi pneumonia.
Batuk saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena pneumonia. Segera cari pertolongan medis jika batuk disertai sesak napas, nyeri dada saat bernapas atau batuk, demam, atau kebingungan. Risiko sakit berat juga lebih tinggi pada anak kecil, lansia, dan orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh lemah.
Untuk mengurangi risiko pneumonia, perhatian utama adalah mencegah paparan kuman. Jaga kebersihan tangan, hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan pastikan imunisasi sesuai anjuran.
Kipas angin bisa digunakan untuk kenyamanan, tetapi jika ada orang sakit di rumah, usahakan udara segar masuk dan jangan arahkan embusan dari orang tersebut ke orang lain.(*/TaS)
