(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

TIGA HAL PERUSAK MOMEN SILATURAHMI LEBARAN

JAKARTA – Pengamat media sosial Hariqo Wibawa Satria mengatakan, ada tiga kebiasaan yang sebaiknya dihindari masyarakat saat bersilaturahmi pada momen Lebaran.

“Setidaknya ada tiga hal yang harus dihindari terkait internet saat silaturahmi lebaran, pertama ‘phubbing’, kedua ‘FOMO; dan ketiga ‘slacktivism’,” kata Hariqo Wibawa di Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Selain perayaan kembali pada kesucian, momen Idulfitri adalah obat kangen yang biasanya diwujudkan lewat mudik, bertamu, berkirim pesan dan bentuk silaturahmi lainnya. Namun semua itu bisa terganggu oleh penggunaan ponsel yang berlebihan.

Hariqo menjelaskan, ada tiga hal yang bisa merusak momen silaturahmi lebaran. Pertama, phubbing yang merupakan kebiasaan membuka HP terus-terusan saat bertamu, menemui tamu atau dalam kumpul keluarga maupun pertemuan warga. Phubbing bisa dianggap tindakan yang melecehkan orang atau acara, meskipun yang melakukannya tidak bermaksud demikian.

“Phubbing ini semakin parah, jika yang bersangkutan tidak diingatkan oleh lingkungannya,” tutur Hariqo.

Kedua, FOMO atau Fear of Missing Out. Cirinya antara lain, selalu menanyakan adanya jaringan internet di sebuah tempat maupun pada lokasi yang akan dikunjungi. Misalnya, seseorang menanyakan adanya koneksi internet di kampung yang akan dituju.

Level paling akut, orang tersebut menolak datang karena di lokasi tujuannya tidak ada internet atau susah akses ke medsos. “FOMO menurut beberapa ahli disebut sebagai gejala kejiwaan,” katanya.

Ketiga, slacktivism. Secara umum artinya perasaan telah melakukan gerakan sosial dengan memberikan like, love, komen lewat media sosial, namun mengabaikan gerakan nyata seperti memberikan sumbangan atau terlibat langsung di darat melakukannya. Dalam konteks Lebaran bisa dimaknai seseorang yang merasa sudah meminta maaf dengan menyebarkan secara massal pesan Idulfitri ke banyak nomor kontak sekaligus.

“Sebaiknya pesan Idulfitri dengan meminta maaf dimulai dari orang-orang terdekat, mereka yang bersentuhan langsung dengan aktivitas kita sehari-hari. Luangkan waktu untuk mendata dan merapikan nomor kontak di HP kita. Upayakan bisa bertamu, atau sekurangnya mengirimkan pesan lewat jalur pribadi dengan menyebut nama yang bersangkutan. Menyebarkan pesan yang sama ke semua orang tidak salah, namun bisa terkesan malas dan kurang serius,” kata Hariqo.(*/Nia)

Redaksi

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago