(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

UNTUK MEMECAHKAN MASALAH, ORANG DEWASA JUGA PERLU WAKTU BERMAIN

JAKARTA – Bermain bukan hanya penting untuk anak-anak, tapi juga penting untuk orang dewasa. Tapi seiring bertambahnya usia dan memikul lebih banyak tanggung jawab, kita berhenti meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. Kita sebagai orang dewasa terlalu sibuk berusaha agar segala hal lain dalam hidup kita berjalan dengan lancar.

Dilansir South China Morning Post, para ahli mengatakan bermain sama pentingnya dengan tidur untuk orang dewasa. Waktu bermain dikaitkan dengan peningkatan kreativitas dalam memecahkan masalah. Entah itu berseluncur, memantul di trampolin, atau menerbangkan pesawat, bermain sangat penting untuk kesejahteraan kita.

“Sebagai orang dewasa, menjadi sibuk dan merasa lelah, mudah tersinggung, stres dan khawatir sebagai akibatnya membuat kita merasa penting. Sementara bersenang-senang sama dengan tidak bertanggung jawab dan belum dewasa,” jelas psikolog Mind Balance, Esslin Terrighena.

Pada kenyataannya orang dewasa membutuhkan keseimbangan antara bekerja dan bermain. “Bermain tidak hanya tentang bersenang-senang dan berhubungan kembali dengan anak batin kita. Itu dapat memiliki dampak yang sangat positif pada kesejahteraan fisik dan emosional kita juga,” jelas Terrighena.

Waktu bermain dikaitkan dengan peningkatan produksi dopamin. Dopamin adalah hormon yang dikaitkan dengan peningkatan suasana hati, motivasi, kewaspadaan, dan kesehatan kardiovaskular dan kekebalan tubuh. Peningkatan dopamin juga memiliki efek relaksasi dan membantu mengurangi kekhawatiran dan kecemasan.

Selain itu, permainan dikaitkan dengan peningkatan kreativitas dalam memecahkan masalah, mengejar ide-ide baru, atau memiliki wawasan baru tentang tantangan. Hal ini dapat membebaskan kita untuk bertukar pikiran secara spontan dan menetapkan tujuan tanpa membatasi diri kita sendiri.

Bagi anak-anak, bermain sangat penting untuk pembelajaran dan pengembangan. “Mengapa kita berpikir ini berhenti ketika kita dewasa?” tanya Terrighena. Menurutnya bermain harus menjadi aktivitas seumur hidup.(*/Ni)

Redaksi

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago