(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

WANITA CIRACAS WARISI KECANTIKAN AJENGAN IBU

Gunung Geulis terletak di Desa Ciracas Kecamatan Kiarapedes, di sebelah barat aliran Sungai Cilamaya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sejatinya Gunung Geulis adalah gunung kecil yang terdiri dari dua buah gunung, layaknya gunung kembar.

Gunung tersebut menyimpan banyak cerita masa lalu yang belum semuanya terungkap. Terdapat mitos begitu kuat beredar di masyarakat mengenai dua makam di lokasi tersebut.

Di kedua puncaknya terdapat makam yang dikeramatkan, yakni Makam Ajengan Ibu dan Makam Eyang Rangga Wulung. Belum diketahui secara pasti ihwal kedua tokoh tersebut.

Menurut sejarawan Purwakarta, Budi Rahayu Tamsah, berdasarkan cerita rakyat setempat, Ajengan Ibu adalah seorang perempuan yang cantik jelita. Dia mempunyai kesaktian pilih tanding. Barangkali itulah sebabnya, gunung kembar tersebut dinamakan Gunung Geulis.

“Karena itu pulalah mitosnya, teureuh (keturunan) Ciracas dan sekitarnya, banyak melahirkan perempuan gareulis (cantik-cantik). Ada yang menyebutkan, Ajengan Ibu disebut juga Ratu Inten Dewata,” ungkap Budi.

Versi lain menyebutkan, terang dia, Ajengan Ibu adalah tokoh yang berbeda dengan Ratu Inten Dewata. Sedangkan Eyang Rangga Wulung, menurut cerita rakyat setempat adalah salah seorang keturunan Prabu Siliwangi, yang mempunyai ilmu linuwih.

Ada dugaan bahwa Gunung Geulis merupakan tempat pemujaan pada zaman dahulu. Sampai pertengahan tahun 80-an, misalnya, masih ada sekelompok masyarakat yang melakukan upacara sesaji di tempat tersebut, setiap bulan Mulud.

Mereka datang dari daerah Ponggang, Cilutung, Talun dan sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, bahwa Gunung Geulis merupakan satu rangkaian dengan Candi Talun.

Jika dilihat dari jauh, Gunung Geulis tampak seperti ‘sapasang pasir bulistir’ (sepasang bukit gundul), karena memang di sana tidak terdapat pepohonan yang besar.

Diduga dulunya merupakan bukit yang sengaja dibikin gundul untuk kepentingan ritual keagamaan tertentu. Diduga hal itu berlangsung pada zaman sebelum masuknya agama Islam.(*/Tya)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

6 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

6 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

6 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago