FIRAUN SEMPAT AKAN TOBAT, MENGAPA ALLAH SWT MENOLAKNYA?

visit indonesia
&80 x 90 Image
Spread the love

JAKARTA – Detik-detik Firaun ditenggelamkan di Laut Merah, menurut sejumlah riwayat, sempat meminta ampunan dan bertobat kepada Allah SWT. Namun, Allah SWT tidak menerima tobatnya. Mengapa?

Ahmad Ahmad Ghalusyi dalam kitabnya berjudul Da’wah ar-Rasul ‘alaihim as-Salam memberi penjelasan soal mengapa Allah SWT menolak tobatnya Firaun.

Dia menjelaskan, Allah SWT tidak menerima karena tobat tersebut saat Firaun sudah tertangkap basah dan tenggelam.

“Tobatnya itu datang terlambat, yaitu ketika dia (Firaun ) telah menyadari kematiannya sudah dekat bahwa waktu kematiannya sudah jatuh,” demikian penjelasan Ghalusyi dalam kitab tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Mawdoo, Rabu (13/1).

Karena itu, akhir dari pertobatan adalah ketika jiwa seseorang telah mencapai tenggorokan. Dan orang tersebut meyakini bahwa saat itulah batas waktu kehidupan akan datang yang akan membuat harapan terhenti.

Maka, pertobatan orang tersebut menjadi tidak bermanfaat. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS. an-Nisa Ayat 17).Al-Suyuti dalam al-Jami’ al-Shagir menyampaikan hadits dari jalur Abdullah bin Umar. Hadits menggambarkan soal waktu di mana pintu tobat sudah ditutup.

Dalam hadits tersebut, Rasulullah bersabda: إنَّ الله تعالى يقبلُ توبةَ العبدِ ما لمْ يغرْغِرُ “Allah SWT menerima tobat hamba-Nya selama napasnya belum sampai di tenggorokan (sakaratul maut).” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Karena itu, Allah SWT menghendaki bahwa pertobatan orang yang berada dalam sakaratul maut itu tidak akan diterima. Hal ini karena yang bersangkutan sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain kematian yang sedang menghampirinya.

Begitu pula Firaun yang takut terhadap hukuman yang tak terhindarkan. Dia menyadarinya saat akan tenggelam dan saat itulah dia sudah putus asa tidak bisa menyelamatkan diri. Sehingga, tobat tidak membantunya pada saat itu. Allah SWT berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan ‘Sesungguhnya aku bertaubat sekarang’. Dan tidak (pula diterima taobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS An-Nisaa: 18).(*/Fir)

Loading...