(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Jalan Jalan

GAYA HIDUP GLAMOR, ALLAH TAK MENYUKAI ORANG YANG BERLEBIH-LEBIHAN

JAKARTA — Viral seorang wanita memaki seorang karyawan magang di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Probolinggo. Terkonfirmasi bahwa wanita ini merupakan seorang anggota Bhayangkari dan hidup glamor.

Pakar Tafsir Alquran, KH Ahsin Sakho menuturkan, bahwa gaya hidup glamor, berlebih-lebihan, atau menghambur-hamburkan kekayaan bukan di jalan Allah disebut juga Israf. Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Kiai Ahsin menjelaskan, seseorang yang membeli mobil karena kebutuhan akan berbeda dengan seseorang yang membeli mobil karena gaya hidup yang konsumtif atau bahkan untuk pamer belaka. Ditambah lagi jika gaya hidupnya tidak sesuai dengan pemasukan mereka, maka sangat jelas hal tersebut dikecam dalam Alquran.

“Kalau pemasukan tidak memadai tapi dia ingin hidup glamor, itu yang dikecam alquran, itu namanya mutrofin, orang yang glamor, yang berlebihan dalam memenuhi kebutuhan personal, itu tidak boleh,” kata Ahsin dalam sambungan telepon, Rabu (6/9/2023).

Sebagaimana telah Allah peringatkan dalam Quran Surat Al Isra ayat 16, kalau seandainya Allah ingin mengazab suatu kaum maka Allah akan memperbanyak orang-orang yang mutrof, orang-orang yang glamor itu. Karena, kata kiai Ahsin, orang-orang yang memiliki kehidupan glamor ini cenderung untuk melakukan perbuatan kemaksyiatan.

“Kalau sudah perbuatan kemaksiatan itu diobral di hadapan masyarakat, minum-minuman, dansa, maka barulah Allah memberikan pelajaran yang tegas pada mereka-mereka itu,” kata kiai Ahsin.

Kiai Ahsin menambahkan, bahwa ketika manusia diberikan rezeki lebih oleh Allah, lalu menggunakan kekayaannya untuk beribadah kepada Allah dan bukan untuk kemaksyiatan, tentu saja ini tidak bisa disebut israf. Contohnya adalah Nabi Daud dan juga sahabat Abu Bakar yang memberikan seluruh hartanya untuk dakwa islamiyah.

“Tapi kalau dia kaya dan menggunakan kekayaan itu untuk ketaatan kepada Allah swt, ya tidak apa-apa. Nabi Daud kaya raya, Nabi Daud itu sebaik-baiknya hambah Allah. Jadi bisa kelihatan kalau mutrofin menghamburkan hartanya untuk sesuatu yang tidak diridhoi Allah, itu namanya tabzir, isrof, di dalam alquran namanya mutrofin,” jelas Kiai Ahsin.

“Jadi yang penting orang itu jangan sampai melebihi batas daripada kehidupan (kemampuannya) yang layak, untuk dihambur-hamburkan dalam rangka kemaksyiatan,” kata Kiai Ahsin.

“Jadi pada dasarnya Allah swt memberikan rezeki pada setiap orang itu sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, kalau seandainya orang itu sudah mulai kaya maka itu harus waspada, jangan sampai kekayaan itu membawa dia menuju kemaksyiatan. Jadi isrof itu berlebih-lebihan di dalam membelanjakan harta untuk hal-hal yang tidak bagus, tapi seandainya orang itu menyerahkan harta bendanya untuk fakir miskin seperti Abu Bakar yang menyerahkan semua harta bendanya untuk Nabi saw untuk dakwah islamiyah,” terang Kiai Ahsin.(*/Ta)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago