(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Orbiters

PENDERITA OBESITAS UNTUK TURUNKAN BERAT BADAN HANYA CUKUP JALAN KAKI

JAKARTA – Jalan kaki secara rutin dan terjadwal bisa menjadi aktivitas fisik yang ideal bagi penderita obesitas untuk menurunkan berat badannya dan menjadi lebih sehat.

“Aktivitas fisik ini penting bagi orang dengan obesitas. Hal yang paling mudah dilakukan yaitu jalan kaki, karena dengan kelebihan lemak tubuh, saat berjalan pun mereka membutuhkan usaha, sehingga jalan kaki selama setengah jam dalam satu hari sudah ideal dan sangat baik,” kata Dokter Spesialis Gizi lulusan Universitas Indonesia (UI) dr.Maryam, Sp.GK dalam satu ajang diskusi, Kamis (7/9/2023).

Adapun pembentukan rutinitas untuk aktivitas fisik bagi penderita obesitas menjadi salah satu bagian dari intervensi mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Setelah aktivitas fisik berjalan kaki sudah rutin dilakukan, Maryam mengatakan penderita obesitas bisa menambah aktivitas fisik lainnya seperti berjalan cepat hingga bersepeda dengan sepeda statis. “Untuk aktivitas fisik yang memiliki gerakan meloncat tidak disarankan bagi orang dengan obesitas karena berpotensi menyebabkan cedera lutut,” katanya.

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu kemudian mengingatkan selain aktivitas fisik, penderita obesitas juga perlu mengubah komposisi makanan, pola tidur, hingga pengelolaan stres.

Untuk komposisi makanan bagi penderita obesitas, Maryam menyarankan komposisi itu terdiri atas protein, karbohidrat, lemak, dan serat sehingga tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Secara rinci komposisi itu bisa terdiri atas 50 persen karbohidrat, protein dengan formula 0,8-1,2 gram/kilogram berat badan per hari, lemak 25 persen, serat 20-30 gram per hari.

Tak lupa Maryam mengingatkan bahwa penderita obesitas juga harus bisa mengatur pola tidur agar tidak terlalu larut dan mengelola stres agar tetap dapat menjaga hormon dapat seimbang.

“Jadi tidak cuma mengatur komposisi makanan dan juga aktivitas fisik tapi juga pola tidur dan pengelolaan stres perlu diperhatikan. Karena apabila kekurangan waktu tidur dan juga stres tidak dikelola dengan baik maka hormon lapar atau ghrelin ini bisa terus meningkat produksinya dan membuat penderita obesitas terus merasa lapar,” kata Maryam.

Kasus obesitas atau berat badan berlebih di Indonesia menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian pemerintah. Dalam data Kementerian Kesehatan diketahui 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas.

Tak terkecuali pada anak-anak, didapati hasil 2 dari 5 anak usia 5-12 tahun juga mengalami masalah kelebihan berat badan.

Dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga terlihat terdapat tren peningkatan berat badan pada orang dewasa Indonesia.

Peningkatan kasus berat badan berlebih ini meningkat dua kali lipat dari data Riskedas 2007 yang berjumlah 19,1 persen, naik di 2018 menjadi 35,4 persen.(*/Fa)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago