(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

INI KATA DOKTER, WANITA SUDAH TAK PERAWAN TANDANYA PERNAH BERHUBUNGAN BADAN

JAKARTA – Wanita yang masih perawan identik dengan selaput dara yang masih utuh atau belum mengalami perobekan. Banyak masyarakat yang percaya, wanita dengan selaput dara robek sudah tidak perawan lagi, tetapi benarkah?

Mengutip dari akun youtube Dokter 24 dengan tema “Tidak BERDARAH Saat Berhubungan, Tidak Perawan?” dr GM. Silvia. M, Msc mengatakan, keperawanan bukan soal keutuhan selaput dara. “Keperawanan adalah sudah pernah melakukan hubungan badan. Jadi bukan hanya masalah selaput dara masih utuh atau tidak,” ujarnya.

Keperawanan seseorang dilihat dari proses penetrasi atau hubungan badan yang terjadi. Jika sebelumnya ada penetrasi, maka bisa dibilang sudah tidak perawan.

Selain itu, dr GM. Silvia menjelaskan, tidak semua wanita saat pertama melakukan hubungan badan mengalami pendarahan. Ada beberapa aktivitas yang membuat selaput dara robek, seperti olahraga berkuda, bersepeda, masturbasi menggunakan alat bantu seks, penggunaan tampon, dan tindakan medis tertentu.

Secara struktur, selaput dara perempuan sering kali dianggap sebagai selaput yang utuh dan tidak berlubang. Selaput dara terletak di mulut vagina perempuan. Padahal bentuk selaput dara sebenarnya sangat variatif. Oleh sebab itu, untuk melihat adanya selaput dara, bibir miss V atau di dunia medis disebut sebagai vulva harus dibuka dan juga dilakukan pemeriksaan dalam.

“Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara. Istilah keperawanan itu sendiri, ada atau tidaknya selaput dara pada liang vagina seorang wanita,” ungkapnya.

Saat masih bayi selaput dara cenderung kaku dan juga keras. seiring bertambahnya usia selaput dara dapat menipis. Selaput dara bisa dijahit seperti semula, tetapi tindakan ini banyak menjadi perbincangan, karena pada umumnya tindakan tersebut hanya untuk tampilan, bukan untuk kesehatan.

Selain itu, dr GM. Silvia mengatakan, keperawanan tidak dapat dilihat dari cara berjalan seorang wanita, karena bentuk tubuh dan gaya berjalan seseorang berbeda-beda. Oleh karena itu, keperawanan seorang wanita tidak bisa dipastikan hanya dengan melihatnya saja. Tetapi banyak hal yang harus dilakukan untuk mengetahui keperawanan seorang wanita.(*/Ni)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

2 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

2 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

3 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

3 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

3 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

3 jam ago