(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

TOLAK HERD IMMUNITY, WHO: MANUSIA BUKAN KAWANAN TERNAK

JAKARTA – Direktur Eksekutif Program Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Mike Ryan mengeluarkan pernyataan tegas terkait kekebalan kawanan atau herd immunity yang diyakini menjadi harapan dapat menghambat virus corona.

“Manusia bukan kawanan ternak, dengan demikian, konsep kekebalan kelompok umumnya dicadangkan untuk menghitung berapa banyak orang yang perlu divaksinasi serta populasi untuk menghasilkan efek tersebut,” kata Ryan yang dikutip Independent.

Herd immunity merupakan cara untuk menjaga kekebalan kelompok. Sebelumnya Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, meminta seluruh warganya untuk bekerja dari rumah, mengindari restoran, bar, dan angkutan umum, serta menerapkan physical distancing.

Wacana tersebut sempat menimbulkan protes keras dari sejumlah kalangan termasuk dari para ilmuwan. Sebagian orang beranggapan herd immunity bukanlah ide yang baik, bahkan dapat meningkatkan jumlah korban jiwa secara drastis.

Dilansir dari Bussinesinsider, herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap patogen, sehingga penularan tidak terjadi secara luas. Contohnya, untuk membatasi penyebaran campak, para ahli memperkirakan bahwa 93% hingga 95% dari populasi harus kebal.

Tetapi, herd immunity dalam kaitannya dengan virus corona jauh dari kenyataan, terutama tanpa vaksin. Ryan mengatakan, istilah herd immunity muncul dari epidemiologi hewan.

“Jadi saya pikir kita harus benar-benar berhati-hati ketika menggunakan istilah herd immunity pada manusia, karena itu dapat menyebabkan aritmatika yang brutal, tidak menempatkan orang dan kehidupan dan penderitaan di pusat persamaan itu,” katanya.Ryan menjelaskan, herd imunity hanya berlaku untuk manusia ketika para ilmuwan perlu menghitung berapa banyak individu yang harus divaksinasi agar masyarakat mencapai kekebalan kawanan yang tepat.

Asumsi bahwa sebagian besar populasi global telah terinfeksi dan telah melalui bentuk ringan Covid-19 telah terbukti salah oleh studi epidemiologi awal.

“Proporsi penyakit klinis yang parah sebenarnya adalah proporsi yang lebih tinggi dari semua yang telah terinfeksi,” tuturnya.

Sementara itu, para profesional dan pejabat kesehatan terus memperingatkan, tidak ada jalan keluar yang mudah dari pandemi virus corona. Herd immunity tetap berada di luar jangkauan, bahkan di tempat-tempat yang paling parah dilanda pandemi.

Ada dua cara utama untuk mencapai tingkat kekebalan yang tinggi dalam suatu populasi. Cukup banyak orang yang telah terinfeksi dan sistem kekebalan mereka telah mengembangkan antibodi untuk terlindung terhadap infeksi di masa depan atau jangka pendek, atau sampai ada vaksin. Tanpa adanya social distancing atau physical distancing, negara-negara perlu mempersiapkan diri terhadap lonjakan kasus baru secara berkala dan tak terduga sampai vaksin tersedia secara luas.(*/Ridz)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

2 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

2 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

3 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

3 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

3 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

3 jam ago